GENANGAN
banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kota Mataram, Rabu (11/3) lalu,
dianggap biasa-biasa saja oleh Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH. ''Terkait
dengan genangan ya mungkin sesuatu hal yang biasa,'' ujarnya menjawab Suara NTB Kamis (12/3).
Pasalnya,
menurut Muhtar, Pemkot Mataram telah melakukan upaya untuk mengatasi genangan
itu. Ia berharap dengan cairnya anggaran dari APBD 2015 ditambah bantuan dari
kementerian keuangan sebesar Rp 50 miliar mampu memperbaiki jalan yang selama
ini sering terkena genangan.
Disamping
itu, jalan lingkungan juga tetap menjadi prioritas. Kondisi ini memang butuh
pengkajian supaya ke depan tidak terjadi lagi hal serupa. ''Kita tidak ingin
mendengarkan hal-hal seperti itu terjadi lagi,'' pungkasnya. Walaupun, genangan
itu sendiri memang sulit dihindari.
Muhtar
mengakui genangan di kota mataram terjadi di beberapa titik. Diharapkan upaya
meminimalisir genangan terus dilakukan oleh Dinas PU Kota Mataram. Ia meminta
komisi terkait terus melakukan pengawasan terhadap hal ini. Tidak hanya jalan
tapi juga perumahan penduduk yang terkena dampak genangan banjir itu.
Muhtar
tidak menyangkal genangan banjir yang terjadi baru-baru ini akibat drainase
yang tidak maksimal. ''Ya kita tahu drainase kita memang banyak yang bermasalah
meskipun tidak terlalu mengkhawatirkan,'' katanya. Karenanya di beberapa
tempat, drainase memang butuh perbaikan.
Kondisi
ini, lanjutnya, tidak terlepas dari kesadaran masyarakat yang masih membuang
sampah di drainase. ''Ini menjadi tugas pokok semua elemen dan stake holder
yang ada. Terutama dinas terkait. Jangan sampai terjadi penumpukan sampah,''
katanya. Di satu sisi, mungkin saja masyarakat merasa bosan membuang sampah
pada tempatnya lantaran jarang diangkut.
Demikian
pula sampah di pasar-pasar. Terkait kebersihan, politisi Gerindra ini meminta
SKPD seperti Dinas Kebersihan, Pertamanan dan PU saling berkoordinasi bagaimana
mewujudkan kebersihan di Kota Mataram. ‘’Coba kalau kita masuk ke Pasar Kebon
Roek sampai nggak bisa bernafas
saking kumuhnya,’’ aku Muhtar.
Ia
berharap raperda terkait pasar mampu menjawab persoalan kebersihan pasar. (fit)
Komentar