Harus Segera Dibenahi



KONDISI fasilitas publik di objek wisata seperti toilet yang dikeluhkan masyarakat hingga menjadi perbincangan di media sosial, disesalkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Herman, AMd. Kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (18/3), mengungkapkan, fasilitas publik di objek wisata menjadi domain Dinas Budpar Kota Mataram.

Dikatakan Herman, sejatinya tugas Dinas Budpar tidak hanya melakukan penataan tapi juga menjamin kenyamanan di objek wisata. Kebersihan toilet misalnya, itu memang nampak sepele tetapi itu jelas akan merusak citra Kota Mataram. Di Objek wisata, lanjutnya, masalah kebersihan dan kenyamanan pengunjung menjadi harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar.

Kebersihan dan kenyamanan menjadi tugas beberapa SKPD untuk memperhatikannya. Untuk di Objek wisata, sebetulnya sudah ada pengelola yang bertanggungjawab atas kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Tugas SKPD terkait seperti Dinas Budpar Kota Mataram melakukan pengawasan. Munculnya keluhan pengunjung terkait kebersihan toilet di objek wisata mengindikasikan lemahnya pengawasan oleh Disbudpar Kota Mataram.

Kesuksesan SKPD bagaimana agar tujuh sapta pesona itu bisa tercapai. Sedangkan untuk kebersihan fasilitas publik di taman-taman, termasuk kebersihan toilet, menjadi tanggungjawab Dinas Pertamanan. Politisi Gerindra ini setuju kalau pengunjung dibebankan membayar pas masuk di objek-objek wisata yang penting pungutan itu dibarengi dengan adanya jaminan kebersihan dan kenyamanan bagi pengunjung.

‘’Jangan hanya memungut saja,’’ cetusnya. Masyarakat yang menyampaikan keluhannya atas kondisi toilet umum pada fasilitas publik menurut Herman, tidak bisa disalahkan. Pasalnya, perkembangan IT membuat seolah tak ada sekat informasi. Karenanya, Herman meminta Pemkot Mataram melalui SKPD terkait segera mengambil langkah-langkah strategis dengan melakukan pembenahan.

Apalagi, kebersihan toilet ini sudah menjadi perhatian khusus Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Herman menyayangkan lambannya SKPD menterjemahkan instruksi dari pimpinannya. Ia berharap, ke depan tidak ada lagi toilet pada objek wisata maupun taman yang tidak terawat. (fit)

Komentar