Jangan Tunggu Ada Kasus



KETUA Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., meminta Dinas Kesehatan Kota Mataram lebih agresif menangani dan mencegah meluasnya demam berdarah segera melakukan langkah-langkah strategis. Seperti PSN (pemberantasan sarang nyamuk), fogging atau pengasapan.

''Dan tolong ini segera ditindaklanjuti karena kasus semakin banyak. Jangan sampai banyak kasus baru ribut,'' pintanya. Komisi IV yang membidangi masalah kesehatan, aku muhir, terus melakukan pemantauan terhadap kasus demam berdarah yang merebak di Mataram.

Ia tidak menampik kalau Dikes selektif melakukan fogging akibat biaya untuk itu cukup mahal. Namun demikian Dikes, lanjutnya, bukan tidak mau melakukan fogging tetapi memang karena tenaga yang akan melaksanakan fogging itu masih kurang.

Muhir mengaku, pihaknya sudah mendatangi Dikes Kota Mataram terkait DBD. Politisi Partai Golkar ini tidak menyangkal keterbatasan anggaran. Tetapi, bukan berarti penanggulangan DBD menjadi macet. Justru pola yang paling efektif dalam penanganan dbd adalah dengan jalan 3M (menguras, mengubur dan membersihkan). Nyatanya tidak semua masyarakat paham pentingnya 3M.

''Kita minta kepada Dikes, supaya 3M ini segera disosialisasikan,'' pintanya. Muhir menganggap sosialisasi akan lebih efektif kalau dilakukan melalui kader Posyandu yang ada di lingkungan-lingkungan. Ia menyatakan sudah berkomunikasi dengan Kadis Kesehatan dan sudah ada kesanggupan dari Dikes untuk menangani DBD. Bahkan Kadikes optinis kasus DBD akan berkurang.

Terhadap kesanggupan Dikes Kota Mataram, Komisi IV akan terus mrlakukan pemantauan. Kalau sebaliknya angka kasus DBD justru makin tinggi, Dewan tentu akan meminta pertanggungjawaban Dikes sebagai SKPD teknis. Muhir membantah sosialisasi 3M tidak mengena. Ia justru menuding tingginya kasus DBD di mataram karena faktor cuaca. Apalagi sekarang musim hujan, tentu akan muncul jentik nyamuk. ''Nyamuk DBD ini tempatnya di air bersih,'' pungkasnya. (fit)

Komentar