Mataram
(Suara NTB) –
Plt
Ketua DPD Partai Golkar NTB, Mesir Suryadi, akhirnya menunjuk Plt Ketua Partai
Golkar Kota Mataram. Pilihan jatuh kepada H. Mohan Roliskana. Penunjukkan ini
sesuai dengan amar putusan, bahwa kubu Agung Laksono wajib mengakomodir kubu
Abu Rizal Bakri.
Penunjukkan
Mohan Roliskana sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, menurut
Suryadi atas rekomendasi H. Ahyar Abduh. Kedatangan Mesir ke Kantor Walikota
Mataram, Senin (23/3) hendak menemui H. Mohan Roliskana terkait hal tersebut. Bahkan
Mesir menyebutkan bahwa SK Mohan Roliskana sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar
Kota Mataram telah siap. Sebab, Senin malam semua Plt Ketua DPD Partai Golkar Se-Indonesia
akan diundang ke Jakarta. Mesir memastikan semua kepengurusan DPD Partai Golkar
telah berakhir sehingga ditunjuk adanya Plt.
Plt
nantinya akan bertugas untuk menggelar Musda. Sebab, hak pengajuan calon
Walikota/Bupati dalam Pilkada tidak dibenarkan berasal dari kepengurusan yang
berstatus Plt, melainkan harus kepengurusan yang definitif.
Dikonfirmasi
terpisah, H. Mohan Roliskana memberi sinyal menerima penunjukkan dirinya
sebagai Plt. Apalagi, lanjutnya, penunjukkan Plt itu atas rekomendasi Ketua DPD
partai Golkar Kota Mataram, H. Ahyar Abduh. Penunjukkan ini sekaligus menepis
isu bahwa Golkar Kota Mataram terbelah. ‘’Kita di Golkar Kota Mataram ini ingin
menunjukkan bahwa kita solid, harmonis. Kita tidak masuk dalam pusaran
polarisasi yang terjadi di pusat,’’ terangnya.
Dalam
situasi Golkar seperti sekarang ini, menjadi dilema tersendiri bagi kader
Golkar. Mohan mengakui, Golkar memang punya target politik dalam waktu dekat. ‘’Dan
terpaksa kita harus menyikapi ini secara pragmatis,’’ cetusnya. Terkait ancaman
pemecatan dari kubu ARB apabila ada kadernya yang menerima jabatan Plt dari
Kubu Agung Laksono, Mohan mempersilahkan.
Ia
berharap keberhasilan kader Golkar di Kota Mataram, misalnya keberhasilan
Partai Beringin ini mendudukan sembilan wakilnya di DPRD Kota Mataram menjadi
pertimbangan untuk tidak main pecat dari kubu manapun. Mohan menegaskan Golkar
Kota Mataram tidak ada fanitisme terhadap orang per orang. Yang jelas, pihaknya
hanya mengacu pada legal formal. (fit)
Komentar