Pengembang Jangan Tutup Mata



PERMINTAAN Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh supaya para pengembang yang menjalankan bisnis property, ketika membangun perumahan di Kota Mataram agar memperhatikan ketersediaan lahan pemakaman, nampaknya memang cukup beralasan. Pasalnya, dengan jumlah penduduk kota yang terus bertambah, keberadaan pemakaman menjadi semakin penting.

Saat ini rasio jumlah rumah dengan jumlah penduduk masih belum sebanding. Mataram dengan jumlah penduduk sekitar 419.641 jiwa (hasil sensus BPS Kota Mataram tahun 2013), baru ada 82 ribu rumah. Artinya masih ada kekurangan sekitar 20 ribu rumah. Sehingga, pembangunan perumahan atau properti di Kota Mataram cukup menjanjikan dan menjadi peluang bagi para pengembang.

Hanya saja yang masih menjadi ganjalan adalah kuburan atau lahan pemakaman. Tidak sedikit pengembang yang ‘’cuek’’ dengan keberadaan lahan pemakaman. Padahal, lahan pemakaman menjadi fasilitas pendukung yang sangat penting, terutama bagi warga yang tinggal di perumahan atau BTN. Ketika ada musibah kematian misalnya, warga BTN kebingungan harus memakamkan sanak keluarganya di Mataram.

Akhirnya, lahan pemakaman umum menjadi pilihan bagi warga BTN untuk memakamkan keluarganya. Dulu, lahan pemakaman di Kota Mataram belum dianggap penting. Mungkin karena orang meninggal tidak setiap hari. Namun kini, hal itu (lahan pemakanan, red) tidak bisa lagi dianggap persoalan sepele. Dengan jumlah warga meninggal yang setiap saat bertambah tidak diimbangi dengan penambahan lahan pemakan, menjadi persoalan tersendiri.

Belakangan, lahan pemakaman kerap menjadi sengketa. Terutama oleh warga yang memprotes pemakaman warga BTN di pemakaman umum yang notabene bukan warga setempat. Lahan pemakaman ini perlu menjadi pemikiran serius Pemkot Mataram bersama para pengembang yang menjalankan usahanya di daerah ini. Pemkot Mataram bersama pengembang dan pihak-pihak terkait lainnya perlu duduk bersama.

Meskipun sebelumnya hal ini juga pernah dilakukan, namun nyatanya belum ada langkah konkret menindaklanjuti kekurangan lahan pemakaman di Kota Mataram ini. Ke depan, kalau digelar pertemuan lagi dengan para pengembang harus ada kesepakatan yang dihasilkan. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengikat para pengembang untuk menyediakan lahan pemakaman.

Harus dipahami juga oleh masyarakat, tidak mudah bagi pengembang menyediakan lahan pemakaman. Karena seperti kita ketahui bersama-sama, bahwa dimana-mana pengembang pasti akan berorienrasi pada keuntungan. Sehingga, kalau jumlah unit rumah yang dibangun sedikit, memang tidak ada keharusan bagi pengembang itu menyediakan lahan pemakaman.

Sebaliknya, ketika unit rumah yang dibangun pengembang banyak, maka pengembang juga jangan menutup mata terhadap kondisi tersebut. Kalaupun misalnya pengembang tidak mampu menyiapkan lahan pemakaman di komplek perumahan tersebut, alternatifnya pengembang bisa melakukan konversi lahan pemakaman dengan membebaskan lahan di lokasi tertentu yang tidak terlalu jauh dengan perumahan itu. Kalau sudah ada kesepakatan antar pihak, maka ke depan diharapkan tidak lagi mencuat persoalan terkait lahan pemakaman. (*)

Komentar