Ratusan Warga Hadiri Reses Fuad Sofian Bamasaq di Lingkungan Melayu Tengah



Mataram (Suara NTB) –
Meski tak lagi menjabat sebagai kepala lingkungan, namun kedekatan Fuad Sofian Bamasaq, SH dengan warga tetap terpelihara. Kondisi ini terlihat saat anggota DPRD Kota Mataram dari PDI Perjuangan ini melaksanakan reses (penyerapan aspirasi) masyarakat di dapilnya, Ampenan, Minggu (15/3).

Dari 65 orang yang diundang, warga yang datang pada kegiatan reses Abah Fuad, sapaan akrab Fuad Sofian Bamasaq membludak hingga 132 orang. ‘’Karena ibu-ibu pengajian juga ikut bergabung,’’ akunya. Pemandangan ini juga terlihat pada resesnya empat bulan lalu. Dikatakannya, banyak aspirasi yang mengemuka pada agenda reses hari pertama itu.

Antara lain, warga meminta agar pendistribusian kartu sakti (kartu keluarga sejahtera, kartu Indonesia Pintar dan kartu Indonesia Sehat) kepada masyarakat benar-benar tepat sasaran. Selain itu, masih ada saja tuntutan terkait sekolah gratis. Namun demikian, Fuad memaknai munculnya tuntutan yang sama seperti sekolah gratis semata-mata karena ketidakmengertian masyarakat.

Selain sekolah gratis, aspirasi lainnya dari warga Lingkungan Melayu Tengah, Kelurahan Ampenan Tengah tempat dimana Fuad melaksanakan reses adalah bantuan modal usaha. ‘’Karena masyarakat kita di Ampenan ini banyak yang berjualan bakulan maupun kios-kios kecil,’’ ujarnya. Kendati demikian, di tengah maraknya tuntutan masyarakat, Fuad mengaku tidak berani menjanjikan apupun kepada masyarakat.

Namun, selaku wakil rakyat, Fuad bertekad terus memperjuangkan aspirasi masyarakat mendekati kenyataan. ‘’Insya Allah kalau memang betul ada program dari pusat, nanti akan bekerjasama dari tingkat lingkungan, RT dan memfasilitasi dari tingkat pemerintahan terbawah,’’ terangnya. Sementara itu, terkait bantuan modal usaha, Pemkot juga harus melihat kondisi masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan tersebut.

Pemberian bantuan modal usaha harus disesuaikan dengan jenis usaha yang dilakoni masyarakat. ‘’Dari mana kita carikan modal? Kita akan bekerjasama dengan Pemkot melalui bagian Kesra maupun Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram,’’ kata Fuad. Pada bagian lain, anggota Komisi I DPRD Kota Mataram ini menjelaskan kepada warga, bahwa dalam tataran kebijakan, pihaknya tidak ikut campur. (fit/*)

Komentar