Ketua DPRD Kota Mataram Datangi Bulog
Mataram
(Suara NTB) -
Langkah
cepat dilakukan Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., menyikapi maraknya
keluhan masyarakat yang disampaikan kepadanya terkait raskin (beras miskin). Begitu
menerima aduan masyarakat terkait kualitas raskin berikut mekanisme penggantian
raskin yang terkesan lama, HDS langsung mendatangi Kantor Divre Bulog NTB.
Meski
mendadak, karena kunjungan HDS itu tidak terjadwal, namun kedatangan orang
nomor satu di DPRD Kota Mataram ini disambut hangat Kepala Divre Bulog NTB, M.
Sigit Sutedjo Mulyono. Dalam kesempatan itu, HDS meminta kepada Bulog, agar
benar-benar berkomitmen menjamin dan memberikan pelayanan yang baik dan
manusiawi kepada masyarakat. ‘’Bentuknya adalah tidak akan memberikan beras
raskin yang tidak layak konsumsi kepada masyarakat,’’ pintanya.
Konsekuensi
dari komitmen tersebut, lanjut HDS, bilamana ternyata ada yang mendapat beras yang
tidak layak, maka dalam waktu yang cepat, Bulog harus menggantinya dengan beras
yang layak. ‘’Kami meminta kepada Bulog untuk mengevaluasi sistem yang dijalankan
selama ini,’’ katanya. Arahnya untuk meminimalisir dan akan lebih bagus kalau bisa
menihilkan masalah yang sering terjadi dan berulang-ulang tersebut.
Sejurus
dengan langkah evaluasi tersebut, harus dilakukan penyempurnaan terhadap sistem.
Diantaranya perlu membangun mekanisme kontrol dan cek kelayakan secara akurat terhadap
beras yang akan didistribusikan ke gudang. Selain itu memperkuat sistem
koordinasi dan komunikasi dengan jaringan di bawah. Artinya, bilamana ada masalah
dalam waktu itu, masyarakat juga bisa langsung menyampaikan hal itu kepada Bulog
dan langsung pula dilakukan penggantian.
Menurut
HDS, cara yang paling efektif adalah melakukan kerjasama dengan seluruh kepala
lingkungan secara formal supaya mengikat para pihak. Dewan, kata dia, menilai
ada komitmen yang cukup bagus dari Kepala Divre Bulog NTB untuk melayani masyarakat
secara baik. Disamping menjamin raskin yang dibagikan layak dikonsumsi. ‘’Tinggal
bagaimana cara mengimplementasikannya secara baik dan bertanggungjawab di
lapangan,’’ tegasnya.
Menanggapi
hal itu, Kepala Divre Bulog NTB, M. Sigit Sutedjo Mulyono mengaku, pihaknya
sudah menyederhanakan mekanisme penggantian raskin yang rusak. Bahkan Mataram
menjadi percontohan dengan mekanisme yang baru tersebut. Ia mengklaim Bulog
berpihak kepada masyarakat miskin. ‘’Tidak ada niatan sekecil apapun kalau kami
akan membuat kualitas yang jelek,’’ ucapnya.
Untuk
penggantian raskin di Mataram, kata Sigit, belum pernah lewat dari hari dimana
komplain itu disampaikan. ‘’Kemarin ada 14 zak, langsung kita ganti dan kita
tidak mengenakan biaya kepada teman-teman di lapangan,’’ bebernya. Bulog
menyadari dengan jumlah raskin yang tidak sedikit, tidak mungkin 100 persen
bagus. ‘’Ada yang kena air, ada yang lembab dari bawah,’’ akunya sembari
menambahkan masa simpan juga bisa mempengaruhi kualitas beras.
Pada
bagian lain Sigit menjelaskan Bulog tidak bisa selesai pada urusan raskin saja.
Bulog wajib menyerap. Beras yang ada di Bulog bukan berasal satu satu
penggilingan saja. ‘’kalau di Mataram ini, 60 penggilingan yang memasok,’’
sebutnya. tahun lalu target penyerapan Bulog tidak tercapai. Ia berharap tahun
ini, target penyerapan bisa tercapai. Dari jumlah itu, Bulog menyimpan dengan
masa simpan normal sekitar dua tahun.
‘’Karena
NTT memerlukan, Bali memerlukan, sehingga berkurang secara perlahan. Sampai
hari ini di gudang itu delapan bulan masa simpan. Bisa dibayangkan, barang
disimpan delapan bulan,’’ ujarnya. Namun demikian, kata Sigit, pihaknya tetap
melakukan perawatan. (fit/*)

Komentar