Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Rakyat



Golkar Ingin AMAN Bangun Koalisi Besar


Mataram (Suara NTB) -
Menjelang Pilkada Kota Mataram, semua parpol mulai merapatkan barisan. Adalah Partai Golkar. Meskipun secara aturan, partai berlambang pohon beringin ini bisa mengusung calon sendiri, namun Golkar tetap membuka diri terhadap parpol-parpol lainnya. Bahkan pendaftaran paket AMAN di sejumlah parpol, mengundang pertanyaan publik.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., kepada Suara NTB Senin (9/3) mengungkapkan, bahwa pendaftaran H. Ahyar Abduh atau paket AMAN (Ahyar-Mohan) pada beberapa partai merupakan langkah awal dari ikhtiar bersama untuk membangun koalisi antara Golkar dengan beberapa partai pada Pilkada Kota Mataram. Pendaftaran juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan AMAN dan Golkar kepada sejumlah partai yang tengah melakukan proses politik mempersiapkan Pilkada Kota Mataram pada Bulan Desember 2015 ini.

Harapan ideal AMAN dan Golkar, dapat terbangun koalisi besar yang nantinya akan melakukan banyak hal besar untuk kemajuan dan kesejahtraan rakyat. ‘’Untuk mewujudkan hal tersebut, kami telah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai dan mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama bisa lebih dikonkretkan,’’ tutur H. Didi Sumardi. Perlunya Golkar membangun koalisi meski dari persyaratan Golkar telah tercukupi, didasarkan pada pertimbangan bahwa untuk membangun Kota Mataram yang lebih maju lagi ke depan dibutuhkan adanya kebersamaan dan sinergitas dari seluruh komponen masyarakat khususnya partai politik.

Dikatakan H. Didi Sumardi, Kalau koalisi besar dapat terbentuk, minimal akan dapat membangun stabilitas politik dan sosial. Itu sebagai modal dasar untuk percepatan dan kelanjutan pembangunan bidang-bidang lainnya guna kemajuan dan kesejahtraan masyarakat. Komunikasi dengan sejumlah pimpinan partai terus dijalin guna terciptanya kesepahaman dan kesepakatan bersama. ‘’Kami juga memberikan penghormatan kepada beberapa figur yang ingin mengambil bagian dalam Pilkada Kota Mataram. Kami berpikiran positif saja sebagai cara kita membangun mekanisme fastabiqul khairat,’’ ujar H. Didi Sumardi.

Komunikasi dengan beberapa pimpinan partai terus dijalin secara intensif. Komunikasi ini diharapkan bisa berjalan produktif. Golkar dalam hal ini tentu harus menghormati mekanisme yang berlaku pada setiap partai. ‘’Kalau mekanismenya Pak Ahyar atau AMAN harus mendaftar, kami kira itu sebagai bentuk dari cara kita saling menghormati. Demikian juga kalau bisa deal dengan tidak harus mendaftar, kami juga menghormatinya,’’ demikian H. Didi Sumardi.

Golkar memandang, bahwa untuk mematangkan demokrasi, perlu proses secara konstruktif. Bagian dari proses itu pastilah ada dinamika dan kompetisi. ‘’Harapan kami, proses dinamika dan kompetisi itu bagian dari upaya kita membangun pendidikan politik secara sehat dan rasional,’’ kata H. Didi Sumardi. Tanpa pijakan secara sehat dan rasional, demokrasi itu akan jauh dari tujuannya. Bahkan hanya akan membawa ke mudaratan bahkan bisa terjadi malapetaka. ‘’Dan itu yang harus kita hindari,’’ cetusnya. (fit/*)

Komentar