DATA
BPM (Badan Pemberdayaan Masyarakat) yang menyebutkan bahwa delapan keluharan di
Mataram termasuk dalam katagori kawasan kumuh, dipertanyakan. ‘’Apa dasarnya
BPM menyebutkan hanya delapan kelurahan,’’ tanya Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota
Mataram, Herman, AMd., kepada Suara NTB
di ruang kerjanya, Selasa (7/4).
Herman
justru meyakini kelurahan yang termasuk dalam katagori kawasan kumuh tidak
hanya delapan, melainkan cukup banyak. Pasalnya untuk menakar sebuah kelurahan
dikatakan kumuh atau tidak, bukan hanya berdasarkan keberadaan rumah tidak
layak huni. Meskipun untuk rumah tidak layak hunipun, jumlahnya cenderung
meningkat.
Politisi
Gerindra ini menangkap ada yang keliru dalam penanganan rumah tidak layak huni
di Mataram, sehingga jumlahnya bukannya berkurang, malah bertambah. Herman
menduga salah satu penyebab, bertambahnya jumlah rumah tidak layak huni karena
tidak adanya keseragaman data. ‘’Data ini harus diperjelas dulu. Yang mana
rumah tidak layak huni, kriterianya seperti apa,’’ ujarnya.
Sebab,
sambungnya, untuk menuntaskan masalah rumah tidak layak huni, empat instansi
yang kini konsen menangani rumah tidak layak huni seperti BPM, Dinas PU, Baznas
dan Disosnakertrans tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Keempat instansi itu
harus selalu bersinergi. Jangan sampai, Pemkot setiap tahun melakukan pendataan
rumah tidak layak huni namun tidak jelas targetnya.
Herman
cukup khawatir dengan klaim yang dilakukan BPM yang menyebutkan delapan
kelurahan termasuk katagori kumuh sehingga penangananpun akan terkonsentrasi
pada delapan kelurahan itu saja. ‘’Nyatanya bukan hanya delapan tapi banyak,’’
cetusnya. Ia mengaku untuk penanganan rumah kumuh tiap tahun mendapat porsi di
APBD Kota Mataram.
Kalau
saat ini, sambung Herman, jumlah rumah tidak layak huni masih banyak, kesalahan
mungkin terjadi saat pendataan ataupun penentuan kriteria penerima bantuan. Ia
berharap, intervensi rumah tidak layak huni tidak sekadar menggelontorkan
bantuan. Terhadap peneriman bantuan juga harus diberikan pemahaman. Bagaimana
pola hidup bersih sehat dan menata lingkungan dan sanitasi yang baik. jika
tidak diberikan pemahaman ia khawatir jumlah rumah tidak layak huni akan
stagnan. (fit)
Komentar