Jaga Netralitas PNS, Dewan Usulkan Bentuk Tim Tangkap Tangan
Mataram
(Suara NTB) -
Netralitas
PNS menjelang Pilkada selalu menjadi sorotan. Termasuk di Kota Mataram yang
sebentar lagi akan menyelenggarakan Pilkada. Untuk menjaga netralitas PNS,
kalangan DPRD Kota Mataram mengusulkan pembentukan tim tangkap tangan PNs yang
terlibat politik.
Netralitas
PNS, kata anggota Fraksi Demokrat, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, SE.,
menjadi persoalan klasik setiap kali perhelatan pesta demokrasi. ‘’Kita lihat
sekarang di media sosial bagamana seorang Camat mendukung,’’ ujarnya. Meskipun
tidak secara terang-terangan namun kata-kata yang keluar dari aparatur
pemerintah seperti camat maupun lurah diyakini telah menggambarkan kampaye
terselubung untuk calon tertentu.
‘’Sekarang
yang menjadi pertanyaan, berani ndak
pak Sekda ini. Kita buat satu tim, yakni tim tangkap tangan,’’ terangnya.
Keanggotaan tim itu adalah parpol yang memiliki kursi di Dewan ditambah
perwakilan dari Pemkot Mataram. sebab, untuk mewujudkan netralitas PNS, tidak
cukup hanya mengimbau. Gus Hari mengimbau kepada incumbent agar tidak memanfaatkan situasi.
Ia
berharap penunjukkan Plt Walikota Mataram nantinya adalah figur yang
benar-benar independen. Senada dengan Gus Hari, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram,
Muhtar, SH., mengimbau PNS jangan coba-coba terlibat dalam politik. ‘’Kalau itu
nanti jadi temuan kita, pasti akan saya coba bagaimana mengadukan hal itu,’’
akunya. Politisi Partai Gerindra ini berkomitmen akan mengawal jalannya Pilkada
Kota Mataram.
Termasuk
kemungkinan oknum PNS melibatkan diri dalam politik. Pembelajaran politik
memang perlu agar bagaimana masyarakat memahami politik. Namun demikian, semua
pihak harus saling menghargai agar tidak terjadi ketersinggungan satu sama lain.
‘’Dan ini bukan hanya tugas kita, harus ada instruksi dari Walikota, Wakil
Walikota dan Sekda kepada para PNS supaya tidak ikut terlibat,’’ demikian
Muhtar.
Kalau
pihaknya menemukan oknum PNS yang melakukan pelanggaran berikut bukti yang
kuat, pihaknya tidak akan segan-segan melaporkan hal itu kepada pihak
berwenang. Ia meminta PNS bekerja sesuai tupoksinya. Jangan sampai ada kegiatan
mengkampanyekan calon tertentu dengan harapan akan mendapat jabatan tertentu
nantinya. (fit)
Komentar