MARAKNYA
temuan BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) terkait produk makanan
diduga mengandung bahan berbahaya dinilai akibat kurangnya sosialisasi dari
Diskoperindag Kota Mataram bersama BBPOM Mataram. Penilaian ini disampaikan
anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Sang Ketut Deresta menjawab Suara NTB di kantornya, Kamis (2/4).
Mestinya,
kata Deresta, Diskoperindag bersama BBPOM lebih rajin melakukan sosialisasi.
Ketika itu sudah menjadi temuan, mestinya Diskoperindag segera menindaklanjutinya
dengan mengingatkan para pelaku UKM yang bergerak dalam produksi produk makanan
agar meninggalkan penggunaan bahan berbahaya yang dibarengi dengan solusi.
Sehingga usaha tersebut bisa tetap berjalan.
Karena
bagaimanapun, penggunaan bahan berbahaya, jelas akan berdampak pada kesehatan
masyarakat. ''Itukan bahaya bagi konsumen yang memakannya,'' cetus Deresta.
Setelah sejumlah temuan penggunaan bahan makanan berbahaya di pasar-pasar,
seharusnya, sambung Dereste ditindaklanjuti dengan menelusuri produsen produk
makanan tersebut.
Politisi
Hanura ini kurang setuju kalau sampel makanan yang diduga mengandung bahan
berbahaya hanya diambil di pasar. ''Mestinya ke produsennya langsung,''
imbuhnya. Deresta yakin, Koperindag maupun BBPOM mengetahui dimana sentra
pembuatan makanan yang diduga menggunakan bahan berbahaya.
''Seharusnya
di sana diambil sampelnya sehingga bisa mudah penanganannya,'' demikian
Deresta. Terhadap temuan produk makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya
di pasar-pasar, masyarakat, katanya tentu tidak bisa menyalahkan pedagang.
Karena pedagangpun mengambil dari produsen.
Pemerintah
menurutnya, tidak bisa serta merta menutup usaha masyarakat. Menurutnya,
pemerintah justru harus mengedepankan usaha preventif. Lebih penting memberi
penyuluhan terlebih dahulu ketimbang tindakan. ''Kalau memang sudah tidak bisa,
ya mau tidak mau harus
ditindaklanjuti,'' pintanya. (fit)
Komentar