BANJIR
yang menerjang Kota Mataram sekitar sepekan yang lalu persoalannya memang cukup
komplek. Selain karena drainase yang ada tidak berfungsi maksimal dan
terabaikannya Perwal lahan abadi, juga karena hilangnya budaya gotong royong.
Sebab,
kata anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta, gotong royong
yang dulunya sempat membudaya, juga sangat berpengaruh terhadap kondisi
lingkungan. ‘’Bagaimana masyarakat bisa ikut andil dalam kebersihan. Yang mana
kebersihan itu akan berakibat baiknya saluran,’’ ujarnya. Program itu, harus
menyentuh ke masyarakat. Semangat gotong royong kini sudah pudar.
Kalaupun
SKPD melakukan gotong royong, hanya sekali dua kali. Ibarat makanan, upaya yang
dilakukan SKPD dengan melakukan gotong royong sesekali hanya pemanis. Tetapi
program pemerintah terhadap masyarakat yang berkelanjutan seperti gotong
royong, belum sinergi. ‘’Tinggal programnya masuk. Misalnya kelurahan ini
disiapkan anggaran untuk gotong royong,’’ cetusnya.
Bisa
juga gotong royong ini dikemas dalam bentuk lomba, sehingga masyarakat,
terutama yang ada di bantaran sungai atau drainase lebih bersemangat. Artinya
tidak perlu menunggu ada kejadian baru melakukan gotong royong. ‘’Sekarang
tidak perlu mencari siapa yang salah, program ini mari sama-sama kita pikirkan.
Misalnya masing-masing lurah kreatif membuat program yang dikoordinasikan
dengan bawahannya, lingkungan-lingkungan,’’ terangnya.
Pemerintahpun
mengecek anggaran lurah yang mempunyai inovasi terhadap lingkungan. Sehingga
hal itu akan mencerminkan Mataram yang bersih, indah dan rapi. Ketut Sugiarta
menegaskan tidak ada istilah terlambat kalau memang Pemkot mau memperbaiki
keadaan. Seperti drainase yang di sejumlah titik lebarnya dinilai tidak sesuai.
Sebab, ke depan Mataram akan semakin padat.
Ia
mencontohkan pengembang yang membangun perumahan, harus diajak berpikir soal
drainase. Para pengembang harus merencanakan lebar drainase yang sesuai dan
konektivitas drainase itu sendiri. Menurut Ketut Sugiarta, kalaupun memang ada
banjir kiriman dari Lombok Barat, tahun-tahun sebelumnya juga terjadi, tetapi
tidak separah banjir sepekan lalu. Ide pembangunan waduk cukup, hanya saja
lokasinya harus tepat agar pembangunannya tidak mubazir. (fit)

Komentar