Komisi III Panggil Dinas PU

Soroti Banjir dan Jalan Rusak


Mataram (Suara NTB) –
Komisi III DPRD Kota Mataram, Selasa (5/5) kemarin memanggil Dinas PU Kota Mataram. Pemanggilan Dinas PU menyusul banjir yang melanda Kota Mataram beberapa hari lalu, berikut kondisi jalan lingkungan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Meski ketua Komisi III I Gede Wiska, SPt., membuka rapat kerja itu dengan pernyataan kecewa lantaran Kepala Dinas PU tidak hadir, namun komisi yang membidangi masalah pembangunan itu akhirnya sepakat melanjutkan rakor.

Dalam kesempatan itu Wiska meminta jajaran Dinas PU Kota Mataram melakukan koordinasi, baik dengan Dinas PU Lombok Barat, Dinas PU Provinsi maupun Balai Wilayah Sungai. Pasalnya, banjir yang melanda Kota Mataram Sabtu (2/5) lalu diklaim akibat banjir kiriman dari Kabupaten Lobar. Meskipun demikian, kata Wiska, paling tidak Kota Mataram harus melakukan langkah-langkah antisipasi. Seperti memaksimalkan fungsi drainase.

Sayangnya di banyak tempat di Kota Mataram, banyak drainase yang nihil man hole atau lubang kontrol. ‘’Banyak drainase yang ditutup mati,’’ cetusnya. Terkait penentuan jalan lingkungan yang akan diperbaiki, Komisi III meminta agar dilakukan ekpos. Menanggapi hal itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Mataram, H. Rumaksi membenarkan banyak drainase yang ditutup mati oleh warga. Sehingga pihaknya sering kesulitan ketika akan membersihkan sampah di sana.

‘’Ya terpaksa kita bongkar,’’ akunya. Pengawasan terkait jarak man hole menjadi kewenangan Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan  karena itu include dengan izin pembangunan. Sesuai aturan, antar man hole harus berjarak sekitar 3 meter. Pihaknya, aku mantan Kabid Pengairan ini, sudah sering melayangkan teguran kepada pemilik ruko, namun tidak sedikit pula yang tidak gubris.

Terkait banjir yang dominan menggenangi kawasan selatan Kota Mataram karena sungai yang melintasi kawasan tersebut cenderung dangkal. ‘’Kalau di bagian utara, kalinya dalam-dalam sehingga tidak sampai tergenang,’’ terangnya. Hal itu dapat ditanggulangi kalau dialirkan ke Sungai Babak. Hanya saja sungai itu berada di Lombok Barat, sehingga dibutuhkan komunikasi antarpihak.


Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya akan menaikkan ketinggian tanggul di Babakan dan Batu Ringgit. Sementara itu, terkait jalan lingkungan, jajaran Dinas PU setuju untuk ekspose rencana perbaikan jalan lingkungan di hadapan Komisi III. (fit)

Komentar