WAKIL
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH mengaku prihatin dengan
kondisi drainase di Kota Mataram yang tidak punya man hole atau lubang kontrol. Padahal, keberadaan man hole sangat penting artinya supaya
dampak banjir seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu, bisa cepat
diatasi.
Terhadap
drainase yang sudah terlanjur tidak punya man hole, para pihak menurutnya perlu
duduk bersama. Ia menyatakan bahwa kontrol dari eksekutif masih lemah. Sebab,
kata Syamsul, meskipun di Kota Mataram juga sudah ada aturan yang menegaskan
jarak man hole, masing-masing tiga meter, namun pada praktiknya, aturan itu
tidak terlaksana.
Karenanya,
setiap pembahasan anggaran, selain merencanakan anggaran dan membicarakan skala
prioritas, harus dibicarakan pula teknis pelaksanaannya. Supaya, tidak terkesan
hanya sebatas pengadaan kegiatan saja. ‘’Tapi perencanaan harus matang.
Kemudian, pengawasaan pada saat pelaksanaan ketat,’’ ucap Syamsul.
Sebab
yang selama ini terjadi izin mendirikan bangunan dilepas begitu saja. Tidak ada
pengawasan setelah bangunan itu berdiri. Sehingga di banyak tempat di Kota
Mataram, drainase banyak yang ditutup mati. Politisi Nasdem ini mencontohkan
drainase yang ada di Sekarbela. Disana, semua drainase nyaris tidak mempunyai man hole. Kondisi ini ketika musim hujan
tiba, akan menyulitkan masyarakat setempat.
Sekarbela
yang merupakan ikon kota Mataram dalam hal kerajinan mutiara sesungguhnya sudah
berulangkali dilakukan perbaikan drainase. ‘’Malah drainasenya ditutup mati,’’
cetusnya. Ketika banjir, petugas kesulitan membersihkan drainase itu. Syamsul
meminta, dua SKPD terkait yakni Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan dan
Dinas PU Kota Mataram berkoordinasi untuk melakukan pengawasan.
Jangan
sampai ada pihak-pihak yang telah diberikan IMB seperti pembangunan ruko lupa
atau malah sengaja tidak membuat man hole.
Selain itu, Syamsul tidak menyangkal, buruknya fungsi drainase di Kota Mataram
lantaran masih ada kebiasaan masyarakat membuang sampah di drainase. Menurut
Syamsul, masih belum terlambat kalau Kota Mataram ingin meniru Kota Surabaya
dalam pengelolaan man hole.
Untuk
memberi efek jera, oknum-oknum yang melanggar aturan dengan tidak membuat man
hole atau menutup mati man hole agar
diberi sanksi. (fit)

Komentar