LAMBANNYA
penyelesaian perpanjangan izin trayek seperti dikeluhkan Organda (Gabungan
Angkutan Darat), menjadi sorotan kalangan Dewan. Anggota Komisi II DPRD Kota
Mataram, Ahmad Azhary Ma'aruf menilai kinerja pelayanan di BPMP2T (Badan
Penanaman Modal Pelayanan dan Perijinan Terpadu) belum berintegritas. Petugas
dari perwakilan SKPD yang ditempatkan di BPMP2T terkadang tidak berintegritas
dengan yang diatasnya.
Untuk
itu, perlu dilakukan penyeragaman. ''Jadi sebelum izin itu dikeluarkan,
pelayanan-pelayanan yang di sana harusnya sudah mengerti apa yang harus
dilakukan,'' ujarnya. Sehingga masyarakat tidak terganggu. Karena, maksud dari
penggabungan semua jenis perizinan dalam satu atap dan pintu dihajatkan untuk
pelayanan yang lebih baik. ''Yang kita lihat sekarang ini, integritas dari
masing-masing SKPD terhadap BPMP2T agak kurang. Terkadang itu yang sering kita
temukan,'' imbuh Ahmad Azhary Ma'aruf.
Disatu
sisi, tim dari masing-masing SKPD belum selesai melakukan kajian, sehingga
terkesan lamban. Pelayanan yang lamban, tegas politisi Hanura ini jelas akan
membuat masyarakat dirugikan. Mantan pengusaha angkutan ini juga merasakan
cepatnya pelayanan perpanjangan izin trayek ketika masih dipegang oleh
Dishubkominfo Kota Mataram. Mestinya, kata Ahmad Azhary Ma'aruf, proses
perpanjangan izin dengan pengajuan izin baru harus dibedakan.
Kalau
perpanjangan izin, seperti perpanjangan izin trayek, sudah tidak seharusnya
lagi BPMP2T mempertanyakan kelayakan dari usaha tersebut. Kalau dipertanyakan,
jelas akan mebjadi suatu dilemma di masyarakat. ‘’Seperti sekarang, orang sudah
melakukan usaha bertahun-tahun dan izinnya mati, memperpanjang izin saja
sulit,’’ demikian Ahmad Azhary Ma'aruf.
Jangan
sampai, sulitnya memperpanjangan izin di Kota Mataram memunculkan penilaian
bahwa masyarakat bukan merasa dilayani malah terbebani. Lain halnya dengan
pengurusan izin baru, BPMP2T memang harus lebih waspada agar masyarakat merasa
terlindungi. Ahmad Azhary Ma'aruf bahkan menilai, perpanjangan izin yang
memakan waktu lama tidak masuk akal.
Antara
BPMP2T dengan pengusaha mestinya ada rasa saling percaya. Demikian pula
penggabungan pegurusan izin dalam satu atap diharapkan lebih cepat sesuai
dengan hajatan berdirinya BPMP2T yakni menghadirkan pelayanan yang mudah, murah
dan cepat. (fit)
Komentar