Masalah Sampah Jangan Dinomorduakan

KOMISI III DPRD Kota Mataram meminta TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk memperhatikan anggaran untuk Dinas Kebersihan Kota Mataram. Hal ini, menurut Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, menyusul adanya keluhan dari masyarakat terhadap keterlambatan pengangkutan sampah.

Ismul Hidayat kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (8/6) kemarin, mengungkapkan, kunjungan Komisi III ke Dinas Kebersihan Kota Mataram, Sabtu lalu, lebih kepada evaluasi capaian kerja dengan banyaknya masukkan dari masyarakat terkait pengangkutan sampah. ‘’Ya akhirnya kita mendapatkan jawaban bahwa alasan klasik, seperti kondisi armada dan lain sebagainya,’’ katanya.

Komisi III juga berkesempatan melihat langsung kondisi armada angkutan sampah yang ada di Dinas Kebersihan. ‘’Yang ada sekitar 35 unit, kemudian yang usia lima tahun sekitar lima unit. Yang baru dari usulan Dinas Kebersihan, pada tahun ini delapan unit, itu hanya dikabulkan tiga,’’ terangnya. Namun demikian, ada satu hal yang harus menjadi perhatian tim perencana Pemkot Mataram.

‘’Jangan kemudian masalah sampah ini dinomorduakan,’’ pintanya. Dikatakan Ismul, Pemkot boleh saja mempunyai perhatian besar terhadap infrastruktur daerah, tetapi masalah sampah adalah masalah yang tidak kalah pentingnya. Ia sempat mempertanyakan kondisi di TAPD. Ternyata memang antara satu SKPD dengan SKPD lain mendapat jatah anggaran yang berbeda.

‘’Ada yang tinggi, tinggi sekali, sebaliknya SKPD lain justru ada yang rendah,’’ tandasnya. Politisi PKS ini melihat program yang sangat mendasar seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan sama pentingnya. Namun Pemkot juga tidak boleh melupakan bahwa kebersihan juga penting. Apalagi, sebagai kota MICE, kebersihan merupakan salah satu faktor pendukungnya.

Ismul berjanji akan menyampaikan kondisi anggaran di Dinas Kebersihan dalam sejumlah rapat nantinya. Selain itu, terhadap dana lingkungan yang digelontorkan Walikota Mataram, menurut dia, harus ada kejelasan. Supaya anggaran itu tidak melulu untuk infrastruktur. Karena bagaimanapun pemerintah tidak bisa jalan sendiri dalam menangani kebersihan.


Terhadap keterbatasan armada, Komisi III menegaskan dibutuhkan adanya inovasi dari Dinas Kebersihan. Seperti kendaraan yang laik jalan bisa mengangkut sampah dua sampai tiga kali dalam sehari dengan konsekuensi penambahan anggaran BBM. (fit)

Komentar