Harus Ada Kejelasan

SEKRETARIS Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat menyayangkan sikap PT.MMS (Mas Murni Sejahtera) yang terkesan membiarkan lahannya terbengkalai pascaperjanjian kerjasama dengan Pemkot Mataram, kandas. Karenanya ia menyarankan supaya Pemkot Mataram segera mengagendakan pemanggilan pihak MMS.

Pemanggilan ini penting untuk mengetahui apakah kerjasama dengan Pemkot Mataram masih bisa dilanjutkan ataukah sebaliknya. Artinya, jangan sampai setelah perjanjian dengan MMS macet lantas tidak diurus lagi oleh Pemkot Mataram. Ini juga dimaksudkan supaya pihak ketiga tidak segampang itu menelantarkan lahannya.

''Jangan atas dasar tidak mampu lantas membengkalaikan lahannya,'' cetusnya. Pertanggungjawaban terhadap hal itu harus jelas. Di satu sisi Pemkot Mataram telah mengeksposenya ke masyarakat. Tentu masyarakat akan bertanya seperti apa kelanjutannya. Apalagi lahan itu diposisikan seperti lokasi proyek yang sedang dikerjakan. Padahal sampai sekarang nihil aktivitas. Ismul berharap tidak ada modus negatif di balik kesan menelantarkan lahan itu untuk keuntungan pihak tertentu. Harus ada konsekuensi terhadap pihak-pihak yang menelantarkan lahan.

Perencanaan tentu sudah dilakukan jauh-jauh hari. ''Inikan bukan barang yang jadi gitu aja,'' cetusnya. Kasus batalnya perjanjian Pemkot Mataram dengan pihak ketiga terbilang yang kedua pascakejadian serupa pada proyek Ampenan Harbour. ''Jangan sampai uang kita habis untuk kajian, tetapi tidak serius ditindaklanjuti oleh pihak ketiga yang diberikan kepercayaan. Ismul berharap baik Bappeda maupun Dinas PU Kota Mataram menjadikan hal-hal seperti itu prioritas.

Paling tidak ada baliho khusus layaknya proyek yang sedang dikerjakan ataukah kondisi sebaliknya. Sejatinya akan banyak dampak kalau pembangunan di sana terlaksana. Tidak sebatas mampu menyerap tenaga kerja, juga akan berkontribusi terhadap penambahan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Sayangnya, setelah masyarakat menyambut baik pembangunan itu, ternyata ada pihak-pihak yang diduga tidak serius.

Untuk mencegah hal itu, sambungnya, mestinya ada pakta integritas dengan pihak investor. ''Tidak kemudian kita dianggap tidak tegas dalam hal ini,'' pungkasnya. Jangan hanya satu pihak yang diuntungkan dalam persoalan ini, kedua belah pihak harus sama-sama untung. Setelah kondisinya seperti sekarang ini, Ismul meminta pihak-pihak terkait untuk tidak menomorduakan persoalan ini.


Ia menekankan, Pemkot Mataram harus mendapat kejelasan dari investor. Kemudian menjelaskan kembali kepada masyarakat. Sebab, anggaran sudah keluar hanya untuk melakukan kajian. ''Ke depan kita harapkan lebih matang lagi. Jangan sekadar seremonial gunting pita,'' pintanya. (fit)

Komentar