Lalu Suriadi, SE |
PENANGANAN
sampah di Kota Mataram kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Kota
Mataram, Lalu Suriadi, SE., dalam rapat gabungan komisi dengan TAPD Kota
Mataram di ruang rapat DPRD Kota Mataram, Selasa (4/8) mengkritisi hal
tersebut. Katanya, penanganan sampah menjadi persoalan yang terus mencuat.
Kendalanya selalu pada kurangnya alat angkut.
Untuk
itu, Dewan meminta adanya inovasi dari SKPD terkait dalam hal ini Dinas
Kebersihan Kota Mataram. ‘’Kalau kita berhitung misalnya masing-masing
kelurahan punya sampah dua truk. Jadi kalau kita ambil ukuran dengan harga
pasir, itupun kita terima angkut sampai tempat Rp 150 ribu per truk. Kenapa
kita tidak sampai seperti itu. Kita anggap sampah itu pasir, kita suruh orang
angkut sampah. Kalau kebutuhannya dua truk. Dengan asumsi satu truk itu Rp 150
ribu. Berarti tiap hari kebutuhan kelurahan Rp 500 ribu,’’ terangnya.
Dengan
estimasi kebutuhan biaya angkut Rp 500 ribu per kelurahan lalu dikalikan dengan
jumlah kelurahan yang ada, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 8,5 miliar per
tahun. Dengan cara ini, lanjut Suriadi nantinya akan ketahuan kelurahan mana
yang tidak menangani sampah dengan baik. ‘’Jadi kita tahu sampah itu tidak
diurus dengan baik, sehingga kinerja kelurahan bisa kita evaluasi,’’ katanya.
Dengan
anggaran yang digelontorkan Rp 500 ribu per kelurahan, paling tidak dibutuhkan
peran tenaga pemuda lingkungan. Dengan cara ini, secara tidak langsung juga
bisa membuka peluang kerja bagi para pemuda di masing-masing kelurahan. ‘’Tinggal
kita menyiapkan, kemana mereka harus membuang,’’ pungkasnya. Daripada masalah
sampah ini terus-terusan menjadi momok. Tinggal bagaimana pendekatan Pemkot
kepada kelurahan. Terlebih bagaimana memberdayakan pemuda yang ada di kelurahan
terkait.
Masih
adanya sampah yang tidak terangkut sebagai akibat tidak sesuainya sampah yang
dihasilkan dengan kemampuan armada, dituding merupakan dampak dari system
pengelolaan yang kurang baik. ‘’Tapi kalau penanganan seperti tadi, saya
berasumsi itu akan terangkut semua,’’ katanya. (fit)
Komentar