Jika Ditunda hingga 2017

Hibah Anggaran Pilkada akan Jadi Silpa


Mataram (Suara NTB) -
DPRD Kota Mataram dipastikan akan tetap membahas tambahan anggaran penyelenggaraan Pilkada Kota Mataram sebagaimana diminta KPU Kota Mataram. Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., menegaskan pihaknya akan tetap meloloskan tambahan anggaran untuk penyelelenggaraan Pilkada, meskipun tidak ada satu pihakpun yang dapat memastikan bahwa Pilkada akan terselenggara tahun ini atau justru ditunda hingga 2017 mendatang.

''Bagaimanapun APBD inikan untuk rakyat dan anggota Dewan yang duduk di DPRD bukan lagi milik parpol, melainkan milik rakyat,'' ucapnya. Sementara itu, menurut Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH tidak ada masalah kalau tambahan anggaran Pilkada Kota Mataram yang diminta KPU Kota Mataram. Apalagi pembahasan anggaran Pilkada telah diagendakan sebelumnya.

''Instrumen APBD memang seperti itu,'' cetusnya. Manakala APBD perubahan sudah diketok dan disahkan, lantas Pilkada urung dilaksanakan misalnya, maka tambahan anggaran Pilkada itu sudah pasti akan menjadi Silpa. Demikian pula tambahan anggaran yang direncanakan akan diusulkan dalam APBD Kota Mataram tahun anggaran 2016, juga belum bias dipastikan ada.

Sebab, tambahan angggaran yang rencananya akan diusulkan dalam APBD 2016 adalah anggaran untuk antisipasi manakala ada sengketa Pilkada. Muhtar mengulas, khusus untuk anggaran Pilkada Kota Mataram, Dewan telah menyetujui hibah Rp 11 miliar dari total Rp 21 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Kota Mataram oleh KPU Kota Mataram.

Sehingga, dalam perubahan APBD Kota Mataram 2015 Dewan kembali menganggarkan. Sisanya rencananya akan dianggarkan dalam APBD Murni 2016. Menurut Muhtar, tambahan anggaran baik Rp 5 miliar pada perubahan APBD Kota Mataram 2015 maupun Rp 6 miliar pada APBD murni 2016, belum terlalu mendesak. Apalagi melihat kondisi yang berlangsung saat ini.


‘’Gunakan saja dulu yang Rp 11 miliar itu. Masak sudah habis,’’ tanyanya. Muhtar memperkirakan Dewan akan merampungkan terlebih dahulu perubahan APBD Kota Mataram 2015, kemudian baru masuk dalam pembahasan KUA PPAS RAPBD 2016. (fit)

Komentar