SKPD Diminta Tidak Terpengaruh Situasi Politik
Mataram
(Suara NTB) –
Transisi
kepemimpinan dari pemerintahan Walikota H. Ahyar Abduh dan Wakil Walikota
Mataram, H. Mohan Roliskana kepada Penjabat Walikota Mataram, dinilai cukup
rawan. Jika pimpinan SKPD tidak pandai menyikapi kondisi ini, dikhawatirkan
akan berdampak pada capaian APBD Kota Mataram tahun anggaran 2015.
Wakil
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., kepada Suara NTB di DPRD Koata Mataram
mengatakan, capaian APBD Kota Mataram 2015 yang pada akhir Juli 2015 telah
mencapai 42,65 persen, mendekati angka ideal. Politisi Nasdem ini, menyebut
kondisi politik Kota Mataram yang sedang galau, meskipun pihaknya optimis
capaian APBD bisa sesuai target, namun jika kondisi ini tidak disikapi dengan
bijak oleh SKPD bisa-bisa berdampak pada tidak maksimalnya capaian APBD Kota
Mataram.
Karena
bagaimanapun, serapan APBD tidak terlepas dari kondisi Kota Mataram. ‘’Untuk
itu kami harapkan, SKPD tidak terpengaruh kondisi perpolitikan di Kota Mataram,’’
tegasnya. Syamsul mengingatkan bahwa tugas utama SKPD adalah bagaimana melayani
masyarakat.
Sementara
itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. H. Noer Ibrahim mengimbau
SKPD harus bisa mencapai target pada Desember mendatang. ‘’Minimal 89 persen
sampai dengan Desember,’’ sebutnya. Dengan sisa waktu yang tersisa lima bulan
ini, politisi Golkar ini optimis Pemkot Mataram mampu mengejar capaian APBD
Kota Mataram 2015.
Guna
mengejar capaian APBD Kota Mataram 2015, khusus Komisi II, lanjut Noer Ibrahim,
akan menyisir potensi yang ada. ‘’Kita akan koordinasi dengan SKPD. Dengan
catatan seluruh jajaran SKPD harus melihat target yang dientukan dalam APBD,
baik pekerjaan fisik maupun non fisik,’’ tandasnya.
Komentar