Minimal 60 Persen


WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., tidak setuju jika ada pendapat yang mengatakan bahwa capaian APBD Kota Mataram 2015 yang tercatat 42,65 persen per akhir Juli dikatakan mendekati ideal. Justru, sampai akhir Juli serapan minimal 60 persen. ''Atau paling tidaklah setengahnya,'' cetus Muhtar menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram Kamis (6/8).

Dengan serapan 60 persen sampai dengan akhir Juli, selanjutnya SKPD bisa bekerja normal dan tidak terlalu ngoyo atau memaksakan diri. Misalnya SKPD yang memiliki program fisik. Selama ini seolah sudah menjadi tradisi program fisik banyak yang terpaksa dikebut pengerjaannya pada menjelang akhir tahun. ''Itu yang sering terjadi di Mataram, sehingga kualitasnya dipertanyakan,'' ujar Muhtar.

Politisi Gerindra ini mengaku heran atas lambannya SKPD mengeksekusi apa yang telah diprogramkan. ''Anggaran sudah disiapkan, tinggal dikerjakan saja,'' pungkasnya. Muhtar menyayangkan perpanjangan waktu atau addendum terkesan menjadi hal yang biasa. Seharusnya, cara-cara seperti ini sudah harus ditinggalkan.

Muhtar mengatakan pihaknya menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. ''Image atau mental yang seperti itu harus diubah. Jangan itu saja yang jadi persoalan,'' tandasnya. Ia berharap dengan kerja serius SKPD, serapan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2015 bisa mencapai target. Karenanya, ia mendorong SKPD memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk memaksimalkan serapan anggaran.

Meskipun per tanggal 11 Agustus nanti, kepemimpinan Kota Mataram dibawah Penjabat Walikota namun SKPD diminta tetap fokus menyelesaikan program mereka. Siapapun yang memimpin Kota Mataram, SKPD harus tetap loyal. ''SKPD ini harus menunjukkan netralitasnya,'' kata Muhtar.

Muhtar mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan dalam masa transisi pemerintahan ini. ''Dalam empat bulan kita akan lihat birokrasi ini seperti apa,'' ucapnya. Jangan sampai ada SKPD yang menunjukkan sikap tidak bersahabat dengan pimpinan daerah sehingga bisa berpengaruh terhadap capaian APBD Kota Mataram.



''Kalau ada SKPD yang seperti itu, payah juga birokrasi,'' tuturnya. Dalam hal ini, kata Muhtar, mutlak diperlukan peranan Sekda Kota Mataram selaku pimpinan di jajaran PNS. (fit)

Komentar