Pembahasan RAPBDP Tetap Berjalan
Mataram
(Suara NTB) -
Pascapenolakan
tiga fraksi masing-masing fraksi PDIP, Demokrat dan Gerindra, pembahasan
rencana perubahan APBD Kota Mataram, tetap berlanjut. Bahkan, pembahasan di
internal komisi telah dimulai sejak Kamis (30/7).
Sesuai
jadwal, kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram, Drs. Noer Ibrahim, Jumat
(31/7) pembahasan internal komisi dilakukan selama tiga hari mulai Kamis hingga
Sabtu (1/8) hari ini. ‘’Kemarin (Kamis, red) kami melakukan pembahasan di
internal komisi sampai jam setengah tiga sore,’’ akunya.
Hal
yang sama juga disampaikan anggota Komisi I DPRD Kota Mataram Parhan, SH. ‘’Pembahasan
tetap berjalan normal,’’ katanya. Pembahasan rancangan perubahan APBD Kota
Mataram dilakukan marathon. Setelah rampung pembahasan di internal Komisi Sabtu
hari ini. Senin (3/8) nanti, pembahasan dilanjutkan dengan agenda gabungan
komisi.
Setelah
itu Selasa (4/8) dan Rabu (5/8) pembahasan langsung dilakukan bersama
eksekutif. Parhan mengaku ada beberapa poin yang akan dimintakan penjelasan
kepada eksekutif saat gabungan Komisi dengan eksekutif nanti. Namun demikian,
politisi PKS ini enggan menyebutkan hal apa yang akan diminta klarifikasi
kepada pihak eksekutif itu.
Ditanya
mengenai nominal APBD murni 2015 yang menjadi kelanjutan perubahan APBD Kota
mataram yang dibahasnya, Parhan menegaskan bahwa semua Komisi membahas APBD
Kota Mataram dengan versi Rp 1,117 triliun lebih. ‘’Karena ini yang telah
ditetapkan bersama antara eksekutif dan legislatif,’’ tandasnya.
Pantauan
Suara NTB di DPRD Kota Mataram,
pembahasan rancangan perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2015 memang
telah berjalan sejak Kamis. Jumat kemarin juga pembahasn yang sama juga Nampak
dilakukan oleh semua komisi. Hanya saja, suasanya terlihat lebih sepi karena
nihilnya tiga fraksi yang menolak melanjutkan pembahasan rancangan perubahan
APBD Koata Mataram.
Di
Komisi II, pembahasan rancangan perubahan APBD Kota Mataram hanya dilakukan
oleh lima anggota Komisi yang membidangi masalah keuangan itu. Lima anggota
Komisi II itu masing-masing Drs. H. Noer Ibrahim, Abdul Malik, S.Sos., Akhmad
Khulaifi, Akhmad Azhari Ma’aruf dan Misban Ratmaji. Kelima anggota Komisi II
ini berasal dari Fraksi Golkar, PPP, Gerakan Nurani Bangsa dan Fraksi Keadilan.
Sementara
di Komisi I, dari lima anggota Dewan yang seharusnya melanjutkan pembahasan, hanya
terlihat Parhan, SH., dari Fraksi Keadilan. (fit)
Komentar