Lihat Sisi Positif

SEJAK dilantik sebagai Penjabat Walikota Mataram, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, MSi., cukup banyak membuat program. Diantaranya lima hari kerja dan Jumat Bersih. Untuk program Jumat Bersih ini, mengharuskan para ASN (Aparatur Sipil Negara) lingkup Pemkot Mataram melakukan gotong royong.

Kebijakan inipun mendapat tanggapan beragam dari kalangan DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Parhan, SH., kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (11/9) mengatakan, apapun yang menjadikebijakan Penjabat Walikota Mataram harus disambut dengan baik. ‘’Selalu kita berprasangka positif,’’ cetusnya. Jumat Bersih misalnya, tentu tidak bias menyalahkan Penjabat Walikota atas kebijakan itu.

Kalaupun ada agenda rapat di Hari Jumat, tentu harus dilakukan penyesuaian. ‘’Kalau itu jalan, ini jalan, inikan indah sekali,’’ tutur Parhan. Hanya saja, sejauh ini Penjabat Walikota Mataram memang belum pernah melakukan koordinasi dengan kalangan DPRD Kota Mataram. Ia tidak menampik banyak anggota Dewan yang mengomentari hal tersebut.

‘’Kalau kita hanya melihat sisi negatifnya, kita tidak akan pernah puas. Tetapi kita lihat sisi positif dari kegiatan ini. Alhamdulillah kita melihat di kelurahan sampai tingkat kota, kerja bakti Hari Jumat itu tetap dilaksanakan,’’ terang politisi PKS ini. Parhan berharap, tidak hanya program gotong royong setiap Jumat yang berjalan lancer, program-program lainnyapun diharapkan berjalan.

‘’Sekarang kita lihat sisi baiknya sajalah. Jangan kita terlalu ini tidak baik kemudian kita tentang,’’ ujarnya. Dewan sebagai mitra pemerintah harus mendukung. Namun demikian, kalau nantinya ada kegiatan Dewan yang melibatkan eksekutif, pihak eksekutif juga tidak memandang Dewan sebelah mata.

‘’Mereka juga harus menyambut kegiatan-kegiatan kita yang kaitannya dengan melibatkan eksekutif,’’ imbuh Parhan. Di DPRD Kota Mataram pun, untuk kegiatan yang melibatkan eksekutif pada Hari Jumat, jamnya harus disesuaikan. ‘’Mungkin kalau kita undang terlalu pagi, tidak akan bisa hadir,’’ katanya. Tetapi kalau hal ini dicermati oleh eksekutif, semua kegiatan dapat berjalan. Baik kegiatan di eksekutif maupun kegiatan di DPRD Kota Mataram.

Toh, lanjut Parhan yang diundang hanya beberapa orang saja. Sehingga mereka yang diundang, sebaiknya diberi dispensasi untuk selesai gotong royong lebih awal sehingga bisa menghadiri kegiatan di DPRD Kota Matara. (fit)


Komentar