Wali Murid TK/SD Model Negeri Mataram ‘’Hearing’’ dengan DPRD Kota Mataram
Mataram
(Suara NTB) –
DPRD
Kota Mataram, Kamis (10/9) kemarin hearing
(dengar pendapat) dengan orang tua siswa TK/SD Model Internasional Kota Mataram,
Komite Sekolah TK/SD Model Negeri Mataram (dulu TK/SD bertaraf Internasional
Kota Mataram) dan Dikpora Kota. Hadir pula dalam pertemuan yang berlangsung
tertutup itu, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM.
Hearing yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Mataram,
H. Didi Sumardi, SH., berlangsung sekitar dua jam. Ditemui usai pertemuan itu,
Didi Sumardi menuturkan bahwa pertemuan itu untuk mencari solusi atas persoalan
yang tengah dihadapi Sekolah TK/SD Model Negeri Mataram. Dimana berdasarkan MoU
yang telah diteken Pemkot Mataram dengan Universitas Mataram, bahwa sekolah
bergengsi itu diberikan tenggat waktu sampai 16 Juli 2016 untuk pindah dari
sekolah yang berlokasi di Seganteng itu. Alasannya lahan itu akan digunakan
oleh Universitas Mataram.
Sekarang
saja, sudah ada aktivitas perkualihan mahasiswa di sana. Sekolah TK/SD Model
Negeri Mataram itu dijadikan kampus II oleh Universitas Mataram. Sayangnya
dalam pertemuan itu, Rektor Universitas Mataram, Prof. H. Sunarpi yang juga
telah diundang, tidak hadir. Rektor, seperti disampaikan Ketua DPRD Kota
Mataram, sedang ada tugas kera di Malang jawa Timur dan tidak mengutus wakil
untuk menghadiri pertemuan tersebut.
Menurut
pengaduan dari walimurid, para siswa yang bersekolah di Sekolah TK/SD Model
Negeri Mataram itu sudah merasa tidak nyaman sejak Unram menjadikan lahan itu
sebagai kampus II. ‘’Mereka terganggu dan merasa terintimidasi. Ada kesan
arogansi,’’ cetus Didi. Hal ini ini menunjukkan bahwa pihak Unram telah
mengabaikan komitmen untuk menjaga proses belajar mengajar agar tidak
terganggu.
Mestinya,
ada realisasi dari MoU tersebut. Namun demikian, ada beberapa hal yang telah
disepakati dengan komite sekolah maupun orang tua siswa. Ketua DPRD Kota
Mataram bersama Sekda Kota Mataram berencana akan menemui Rektor Unram. Selain
itu, bersama perwakilan komite sekolah dan Dinas Dikpora, juga akan
mengkomunikasikan hal ini ke Kemendikbud di Jakarta untuk mendapatkan solusi
terbaik.
Ketua
Komite Sekolah TK/SD Model Negeri Mataram, Emil Siain, SH., kepada wartawan
mengatakan, bahwa pihaknya menginginkan adanya solusi yang konkret dari Pemkot
Mataram. ‘’Sekaligus kami minta supaya aspirasi kami didengar oleh anggota DPRD
Kota Mataram sebagai wakil kami,’’ ujarnya. Kalau MoU memang telah
ditandatangani dan Sekolah TK/SD Model Negeri Mataram harus keluar dari lahan
milik Unram Bulan Juli 2016, diharapkan sebelum bulan tersebut, Sekolah TK/SD
Model Negeri Mataram harus sudah memiliki gedung pengganti yang baru.
Selama
masa transisi ini, Emil berharap pihak Unram bijaksana. ‘’Jangan ngambil gedung kami dululah. Biarkan
anak-anak kami sekolah dengan tenang. Tidak membuat kegaduhan. Apalagi beberapa
ruang kelas sudah akan diambil Unram,’’ terangnya. Ia meminta pihak Unram untuk
menahan diri agar tidak melakukan tindakan yang membuat teknis belajar mengajar
siswa di sana, terganggu.
‘’Kita
akan ke Jakarta minggu depan bersama pak Sekda, Kadispora dan Ketua DPRD Kota
Mataram. Kita akan audiensi dengan Pak Mendikbud untuk memberikan solusi
konkret. Apa solusi kita. Sehingga pada saat peralihan tahun 2016 itu, kami
sudah memiliki gedung baru,’’ pungkasnya.
Emil
mengaku, para siswa sudahtidak nyaman sejak tahun 2013 lalu akibat gesekan
antara kepentingan Unram dengan Pemkot Mataram. Sehingga yang menjadi korban
adalah siswa-siswa yang bersekolah di sana. Untuk itu ia mendesak Pemkot dan
DPRD Kota Mataram segera bertindak.
Sekda
Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., membenarkan bahwa minggu depan dirinya
bersama Ketua DPRD Kota Mataram dan ketua Komite sekolah akan bertolak ke
Jakarta untuk menyampaikan beberapa hal terkait solusi. ‘’Kita (Pemkot Mataram,
red) punya lahan yang dipinjam pakai oleh PAUDNI seluas 2,5 hektar. Ini akan
kita laporkan sama menteri, barangkali bisa tanah itu kita cari lokasi baru.
Selain itu, tanah Pemkot juga ada di UT 50 are. UT mau membelikan kita tanah.
Insya Allah kalau terkumpul itu, bisa kita beli tanah untuk membangun,’’
terangnya.
Harapan
pihaknya dan juga orang tua siswa agar proses belajar mengajar di TK/SD Model
Internasional Kota Mataram tetap bisa berjalan. (fit/*)

Komentar