Dikes Harus Lebih Maksimal

KOMISI IV DPRD Kota Mataram menyayangkan adanya temuan 17 kasus gizi buruk di Kota Mataram. Apalagi Kota Mataram telah mencanangkan program menuju kota layak anak. ‘’Kota (Mataram, red) ini kecil, di setiap lingkungan ada kader Posyandu dan kader kesehatan, mestinya itu tidak terjadi,’’ sesal Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Herman, AMd., menjawab Suara NTB di Mataram, Minggu (11/10).

Dengan banyaknya kader yang ada di tingkat lingkungan, mestinya Dikes (Dinas Kesehatan) sebagai SKPD teknis bersinergi. ‘’Kalau itu sudah bersinergi, apalagi setiap bulan atau setiap minggu diadakan Posyandu anak maupun lansia, itu menjadi wadah informasi di lapangan,’’ terang Herman. Sebagai ibukota provinsi dengan luas hanya 61,30 kilometer persegi, politisi Gerindra ini menyayangkan munculnya kasus gizi buruk.

Herman menyangkal minimnya insentif yang diberikan pemerintah kepada kader Posyandu menjadi salah satu penyebab kurang maksimalnya kinerja para kader dalam melakukan pendataan potensi kasus gizi buruk di Kota Mataram. Artinya Dikes sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat harusnya lebih care (peduli, red) terhadap kondisi masyarakat. Mestinya, dari awalpun informasi tentang itu sudah harus terdeteksi.

Kalaupun yang ditemukan baru sebatas gejala gizi buruk, Dikes harusnya bisa lebih sigap. Dalam hal ini, Dikes Kota Mataram harus lebih maksimal. ‘’Saya tidak menyalahkan kader dan tidak mau menyalahkan kader,’’ imbuhnya. Karena bagaimanapun, kader Posyandu tersebut statusnya adalah sukarelawan. Insentif yang diberikan pemerintah kepada para kader ini juga masih sangat kecil.

‘’Jangan sampai kesannya kita menyalahkan kader Posyandu,’’ katanya. Yang paling disayangkan, menurut Herman, adalah kinerja Dikes Kota Mataram. Harusnya Dikes Kota Mataram lebih fokus dan care terhadap kondisi masyarakat. ‘’Tiap gang, tiap lingkungan masih bisa kita jangkau dalam hitungan menit maupun jam,’’ demikian Herman.


Herman mengimbau jajaran Dikes Kota Mataram untuk memperbaiki kinerja mereka. Anggota Dewan dari dapil Sandubaya ini menegaskan kalau Dikes Kota Mataram hanya mengandalkan kader saja, tentu tidak akan maksimal. ‘’Harusnya mereka pro aktif. Jangan hanya menunggu dari kader saja. Bila perlu check and balance itu dipakai,’’ tandasnya. (fit)

Komentar