Eksekutif – Legislatif Tak Harmonis

Sejumlah Program dalam APBDP 2015 Terbengkalai


Mataram (Suara NTB) -
Solidaritas Masyarakat dan Transparansi (Somasi) NTB, mengkritisi ketidakharmonisan antara eksekutif dan legislatif. Pasalnya, ini berdampak terhadap alotnya pengesahan APBDP 2015. Kisruh ini berimbas terbengkalainya program penting dalam APBDP 2015.

Divisi Riset dan Anggaran Somasi NTB, Hendriadi Jamal, Selasa (13/10) menyarankan, eksekutif dan legislatif harus bertemu menyamakan persepsi. Titik temu itu pun bukan soal kompromi politik, tapi bagaimana anggaran dimanfaatkan demi kepentingan publik.

Sejauh ini, publik berpandangan sepihak bahwa alotnya pengesahan APBDP, karena ada unsur politik. Sebab, inibaru pertama kali terjadi di Kota Mataram. Persoalan ini bermula adanya perbedaan angka disinyalir menyimpang. "Dugaan saya meski ada unsur politik," pungkasnya.

Namun demikian, jangan mengorbankan kepentingan politik. Alternatifnya, kalau ada  penyimpangan serahkan ke proses hukum. Secara administratif pembahasan APBDP berjalan dan diperecepat. Tentu saja dengan memperhatikan pengelolaan anggaran yang baik, rasionalitas dan transparan.

Mereka mau tidak mau kata Hendri, eksekutif dan legislatif harus bertemu persamaan perbedaan. Yang tidak bisa ditunda proyek pembangunan,karena harus dibiayai dari anggaran belum bisa dieksekusi. "Boleh saja kontraknya jalan tapi untuk membayar pakai apa," kritiknya.

Selain itu, anggaran Pilkada mengandalkan APBDP dikhawatirkan mengganggu kualitas dan tidak sebaik yang diharapkan. Beberapa biaya operasional pengamanan dan pengawasan misalnya, jelas akan mengganggu tahapan.

Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto sempat mempertanyakan belum adanya kejelasan anggaran pengamanan Pilkada. Biaya pengamanan sudah berjalan, pihaknya harus berhutang atau menggunakan DPA Polres Mataram Rp 375 juta. Bukan saja terkatung, anggaran pengamanan sebelumnya didapatkan Rp 1 miliar dipangkas Rp 750 juta.

Keluhan sama dilontarkan warga Petenom Kelurahan Pagutan Timur, Ramli. Sebelumnya, warga mengharapkan rencana pembangunan jalan masuk RTH oleh Pemkot Mataram bisa terealisasi. Dia tidak mengetahui penyebab pastinya, tapi informasi didapatkan pembangunan jalan itu seharusnya dikerjakan sebelum festival hortikultura berlangsung. "Katanya sebelum kegiatan ini, tapi sampai sekarang tidak ada," keluhnya.

Proyek pembangunan jalan RTH Pagutan dengan nilai Pagu Paket Rp 7.519.105.000, sebenarnya telah dimenangkan oleh PT. Sinarbali Binakarya dengan nilai penawaran terendah Rp 3.228.601.000. Dalam perjalanan proyek ini tidak bisa dieksekusi, karena harus menunggu pengesahan APBDP. Dan dialihkan untuk pembayaran gaji honorer daerah dan tenaga kontrak.

Ketua Panwaslu Kota Mataram, Srino Mahyarudin mengungkapkan, soal anggaran pengawasan Pilkada Rp 2,5 miliar tidak berpengaruh terhadap APBDP. Sebab, anggaran Panwaslu menggunakan Perwal Walikota Mataram sebelumnya. Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., yang dikonfirmasi terpisah mengaku, pihaknya baru saja menggelar rapat pimpinan. Rapat yang berlangsung tertutup ini, katanya, untuk menyamakan persepsi terhadap berbagai hal. Termasuk di dalamnya adalah persepsi terkait hasil supervisi BPKP atas APBD Kota Mataram tahun anggaran 2015.

Didi mengakui, pengesahan APBDP 2015 menjadi satu dari empat agenda mendesak yang menjadi prioritas DPRD Kota Mataram. Dikatakan Didi, dalam rapim itu telah disepakati untuk melanjutkan pembahasan APBDP 2015 sesuai draft raperda yang disampaikan eksekutif. Draf inipun tentunya harus sesuai dengan hasil supervisi. ‘’RAPBDP 2015 sampai sekarang belum kami terima,’’ akunya.

Namun demikian, eksekutif menjanjikan akan mengajukan usulan RAPBDP 2015 dalam minggu ini. Meski belum menerima draft RAPBDP 2015, namun Didi masih optimis APBDP 2015 akan mampu diselesaikan dalam pekan ini juga. ‘’Jadi APBDP 2015 ini adalah pertaruhan nama baik serta harkat dan martabat pemerintah, termasuk Dewan,’’ tegasnya. (cem/fit)

Program yang masuk dalam APBDP 2015

Nama Program
Nilai
Tambahan Hibah Dana Pilkada Kota Mataram
Rp 5 miliar
Hibah anggaran untuk Panwaslu Kota Mataram
Rp 2,5 miliar
Anggaran Pengamanan Pilkada Oleh Polres Mataram
Rp 1 miliar
Pembangunan Jalan Masuk RTH Pagutan
Rp 4 miliar
Pengadaan Chamber RSUD Kota Mataram
Rp 3,91 miliar


Komentar