Pengawasan Harus Tetap Dilakukan

LANGKAH Penjabat Walikota Mataram, Dra. Hj. Putu Selly Andayani yang memberikan kompensasi modal usaha kepada empat KK yang menyewakan kamar untuk praktik prostitusi, mendapat tanggapan positif dari kalangan DPRD Kota Mataram. ‘’Kalau pemerintah mampu untuk melakukan itu (member kompensasi, red) supaya masyarakat bisa mencari pekerjaan dengan baik dan halal, kenapa tidak,’’ kata anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Parhan, SH., menjawab Suara NTB di kantornya Sabtu (17/10).

 Kompensasi itu, menurut politisi PKS ini, oleh masyarakat mungkin sangat diharapkan demi kelancaran usaha dan perbaikan jenis pekerjaan mereka. ‘’Kalau menurut saya, ya ndak masalah,’’ imbuhnya. Tetapi, setelah adanya kompensasi tersebut, pengawasan juga harus tetap dilaksanakan.

Karena tidak mustahil empat KK yang telah diberikan kompensasi itu akan kembali kepada aktivitas lamanya yakni menyewakan kamar kepada pasangan mesum. Pengawasan dari pemerintah, dalam hal ini Satpol PP Kota Mataram dan Disosnakertrans Kota Mataram harus lebih intens supaya tidak terjadi lagi.

Kembali atau tidaknya empat KK itu menggeluti usaha penyewaan kamar, itu sangat tergantung dari bagaimana pendekatan yang dilakukan Pemkot Mataram kepada mereka. ‘’Bagaimana sih pendekatannya sampai mereka bisa menerima Rp 5 juta itu dan mau berkomitmen untuk tidak lagi bekerja seperti itu,’’ pungkas Parhan.

Besar kecilnya kompensasi yang diterima empat KK itu, lanjutnya, tentu sangat relatif. ‘’Bisa jadi, karena perhatian dari pemerintah atau Penjabat Walikota, empat KK ini tergugah untuk berkomitmen tidak lagi menyewakan kamar. Itu harapan kita,’’ tandasnya. Pihaknya, kata Parhan, tidak melihat nominal kompensasi besar atau kecil. Yang jelas sudah ada kemauan dari Penjabat Walikota untuk mengajak empat warga itu untuk tidak lagi menyewakan kamar.

Satpol PP, kata Parhan, memang harus stand by di Pasar Panglima untuk melakukan pengawasan. ‘’Kalau memang perlu, mereka buka pos di sana untuk beberapa bulan ke depan supaya ini tidak terjadi kembali,’’ ucapnya. Sebab, sudah ada anggaran berikut kebijakan yang dikeluarkan. Jangan sampai hanya beberapa hari mereka kembali lagi. ‘’Kan tidak ada gunanya,’’ cetusnya. (fit)


Komentar