Benahi Data Parkir

TARGET penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum yang berpotensi tidak tercapai di tahun 2015, disesalkan kalangan Dewan. Padahal, potensi retribusi parkir di Kota Mataram, terbilang sangat besar. ‘’Malah ada titik parkir yang kelihatannya ramai justru tapi tidak dikelola oleh Dishubkominfo. Malah dikelola oleh orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan pendapatan daerah,’’ ujar mantan anggota pansus pengelolaan parkir DPRD Kota Mataram, Parhan, Rabu (18/11).

Contohnya, lanjut Parhan di pertokoan Abian Tubuh. Disana tidak ada jukir yang langsung menyetorka penghasilannya ke Dishubkominfo. Jukir yang mengelola titik parkir di sana, selain tidak menggunakan atribut jukir yang resmi, jukir itupun hanya menyetor kepada pengepul. ‘’Apakah itu termasuk retribusi parkir atau pajak parkir, itu yang belum jelas,’’ katanya menjawab Suara NTB.

Karenanya, Parhan meminta kepada Dishubkominfo agar membenahi pendataan. Baik jumlah jukir, terlebih titik parkir. ‘’Mana yang termasuk pajak parkir, mana yang termasuk retribusi parkir dan mana yang masuk ke parkir khusus,’’ katanya. Pendataan yang valid, menurut politisi PKS ini menjadi kunci untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. ‘’Jadi data itu sangat penting,’’ tegasnya.

Parhan melihat, pendataan titik parkir, masih menjadi pekerjaan rumah Dishubkominfo Kota Mataram dan belum tuntas sampai saat ini. Menurut dia, mengapa Dishubkominfo tidak mampu mencapai target retribusi parkir tepi jalan umum, karena memang ada persoalan pada pendataan potensi parkir yang ada di Kota Mataram. ‘’Baik data jukirnya, data pengepulnya dan data lokasi parkirnya. Ini yang perlu ada datanya,’’ terangnya.

Dikatakan Parhan, Perda pengelolaan parkir yang merupakan perda inisiatif DPRD Kota Mataram, akan efektif berlaku pada tahun 2016 mendatang. Parhan mengimbau kepada Pemkot Mataram untuk mendorong SKPD yang berkaitan dengan perparkiran ini agar mempersiapkan diri untuk penerapan aturan baru terkait pengelolaan parkir tepi jalan umum.


Ia mengingatkan jangan sampai perda yang telah dibahas berbulan-bulan dan telah menelan anggaran yang cukup besar, menjadi sia-sia kalau nantinya tidak diterapkan. ‘’Kita berharap, semua instrumen untuk pemenuhan target harus segera dilaksanakan secepatnya,’’ tandas parhan. (fit)

Komentar