BPKP Sarankan PAD Kota Mataram Naik 200 Persen

Pemkot Hanya Sanggup Rp 255 Miliar


Mataram (Suara NTB) –
Permintaan Dewan agar target PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Mataram, dinaikkan menjadi Rp 300 miliar, tidak sanggup dipenuhi oleh Pemkot Mataram. Melalui tawar menawar yang cukup alot pada rapat pembahasan KUA PPAS Sabtu (7/11), akhirnya disepakati PAD Kota Mataram tahun 2016 Rp 255 miliar.

Jumlah ini, kata Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., yangditemui Suara NTB di ruang kerjanya Senin (9/11), hanya naik Rp 39 miliar dibandingkan PAD tahun 2015 yang tercatat Rp 216 miliar. Penolakan eksekutif terhadap target PAD Rp 300 miliar sebagaimana keinginan Dewan, karena eksekutif menganggap target itu terlalu tinggi.

‘’Menurut mereka, kalau targetnya terlalu besar tapi tidak mampu dicapai, nanti malah jadi piutang dan menjadi beban eksekutif untuk mencapai itu,’’ terang Muhtar. Politisi Gerindra ini membantah kalau keinginan Dewan agar target PAD Rp 300 miliar, tanpa dasar perhitungan yang jelas.

Justru, lanjut Muhtar, Dewan mengamati perkembangan perekonomian Kota Mataram, sangat mendukung untuk kenaikan PAD Kota Mataram. Bahkan, aku orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini, BPKP belum lama ini menyarankan agar target PAD Kota Mataram dinaikkan 200 persen. Kalau dikalkulasikan dengan jumlah PAD 2015, maka pada kenaikan target 200 persen sesuai saran BPKP itu, adalah Rp 648 miliar.

‘’Jangan hanya didorong tetapi eksekutif harus dipaksa supaya tidak bocor lagi,’’ ujar Muhtar menirukan saran BPKP.

Kalau dibutuhkan, aku Muhtar, BPKP siap membantu Pemkot Mataram untuk melakukan audit terhadap hotel-hotel yang ada di Kota Mataram. BPKP, sambung Muhtar, menganggap keberadaan hotel di Mataram sebagai sumber potensial PAD. Dia melihat, sampai saat ini eksekutif kurang maksimal mengelola potensi yang ada.

Seperti pajak hotel dan restoran, pajak rumah makan, pajak reklame, PPJU, retribusi parkir serta retribusi pasar. Salah satu yang menjadi catatan BPKP, untuk dapat mencapai target PAD itu, Pemkot Mataram harus didukung dengan sistem yang memadai. Yang jelas, target PAD tidak boleh jalan di tempat.


Pada bagian lain, Muhtar mengatakan, Dewan akan melakukan bedah potensi PAD Kota Mataram dengan kalangan akademisi Unram. (fit)

Komentar