Budpar Bebaskan Retribusi Parkir di Pasar Seni Sayang-Sayang

Mataram (Suara NTB)
Disbudpar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram membebaskan retribusi parkir bagi pengunjung yang datang ke Pasar Seni Sayang-Sayang. Kebijakan ini diambil untuk merangsang minat wisatawan berbelanja di Kota Mataram.

Bahkan, kata Kepala Disbudpar Kota Mataram, Drs. H. Latif Nadjib di DPRD Kota Mataram, pihaknya tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi kepada petugas yang sengaja memungut retribusi parkir kepada pengunjung Pasar Seni Sayang-Sayang. ‘’Mereka akan kita tegur,’’ cetusnya Rabu (4/11) kemarin.

Disbudpar, lanjut Latif Nadjib, telah menganggarkan anggaran untuk menggaji petugas yang ada di pasar seni. Sehingga tidak ada lagi yang memungut retribusi parkir kepada pengunjung. Ia berharap, dengan pembebasan retribusi parkir, akan semakin banyak wisatawan yang berbelanja oleh-oleh di Pasar Seni Sayang-Sayang milik Pemkot Mataram.

‘’Jangan sampai yang kecil kita ambil, yang besar malah lepas,’’ kelakarnya. Sementara itu, hal yang sama tidak dilakukan di objek-objek wisata yang ada di Kota Mataram. Latif Nadjib mengatakan, objek wisata di Kota Mataram, kebanyakan adalah milik masyarakat. Namun demikian, pihaknya akan menggenjot sektor pariwisata Kota Mataram yang merupakan aset Pemkot Mataram.

Salah satunya adalah Makam Loang Baloq. Kota Mataram, lanjut Latif Nadjib banyak belajar dari Pulau Jawa. Misalnya, bagaimana menjual pemakaman sebagai objek wisata. ‘’Seperti makam Wali Songo itu kan menjual kuburan. Kenapa tidak kita di Mataram juga melakukan hal yang sama,’’ ungkapnya.

Makam Loang Baloq, kata Latif Nadjib, akan disulap menjadi destinasi pariwisata dengan kemasan pariwisata syariah. Meskipun Kota Mataram bukan daerah tujuan wisata, namun letak Kota Mataram yang cukup strategis mampu menjadi daerah penopang kawasan wisata seperti Lombok Barat dan juga Lombok Utara.

Apalagi di Kota Mataram sudah banyak hotel berdiri. Latif Nadjib menyebutkan, sampai saat ini tercatat ada 118 hotel di Kota Mataram. Dimana 15 diantaranya adalah hotel berbintang. Sisanya adalah hotel bintang dua, hotel melati hingga home stay. Keberadaan hotel ini juga sangat mendukung Mataram sebagai kota MICE (Meetings, incentives, conferences, and exhibitions). Seperti diketahui, Kota Mataram merupakan satu dari 16 kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai kota MICE. (fit)


Komentar