ANGGOTA
Banggar (Badan Anggaran DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer Ibrahim mengakui sektor
pertanian di Kota Mataram memang mengalami penurunan. Kondisi ini, katanya,
tidak terlepas dari meningkatnya sektor perdagangan. Namun demikian, meski
sektor perdagangan menunjukkan geliat kemajuan, namun khusus untuk aset Pemkot
Mataram yang saat ini sedang dikelola oleh pihak ketiga dalam hal ini PT.
Pasifik Cilinaya Fantasi memang harus dilakukan antisipasi.
‘’Mall
harus diantisipasi, kalau tidak cepat, bisa bangkrut,’’ ujarnya mengingatkan
dalam rapat Banggar dengan stake holder seperti OJK, BI, akademisi Unram dan
BPS Kota Mataram. Pasalnya, pimpinan BI perwakilan NTB telah mengingatkan bahwa
salah satu sektor ekonomi yang mendorong inflasi di Mataram, adalah sektor jasa
dan perdagangan.
Sektor
jasa dan perdagangan sangat potensial untuk dipertahankan. Termasuk di dalamnya
adalah soal investasi. Terkait keberadaan Mataram Mall, beberapa usulan
mengemuka. Misalnya dengan menjadikan mall yang berada di pusat perdagangan
Kota Mataram yakni, Cakranegara itu, agar diubah konsepnya menjadi mal khusus.
Artinya,
barang-barang yang dijual di mal khusus itu memang betul-betul dikhususkan pada
satu item barang. Seperti pusat perdagangan elektronik. Melihat lokasi Mataram
Mall yang terbilang sangat strategis, Mataram Mall juga dapat dijadikan pusat
kuliner Kota Mataram, sehingga terpusat di satu tempat saja.
Sementara
itu terkait pertanian, memang menjadi pilihan yang cukup sulit di Kota Mataram.
Padahal pemerintah telah menanamkan miliaran investasi untuk membangun irigasi.
Dalam perkembangannya, banyak irigasi yang sudah berubah menjadi jalan dan lain
sebagainya. Yang jelas, sawah di Kota Mataram tidak akan awet sepanjang tidak
ada ketegasan eksekutif dan juga legislative. (fit)
Komentar