Inovasi Tingkatkan PAD

PENINGKATAN PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Mataram tahun 2016 yang telah disepakati Rp 255 miliar, menjadi atensi kalangan Dewan, khususnya Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kota Mataram. Dewan menuntut adanya inovasi dari eksekutif dalam rangka mengamankan potensi PAD.

Anggota Banggar DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Zaini kepada Suara NTB kemarin membenarkan, bahwa kesepakatan peningkatan PAD telah melalui pembahasan yang alot antara Banggar dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Kota Mataram. Nyatanya keinginan Dewan agar target PAD Kota Mataram Rp 300 miliar, tidak dapat dipenuhi Pemkot Mataram.

Bahkan, lanjut Zaini, awalnya eksekutif minta kenaikan PAD Kota Mataram menjadi Rp 240 miliar dengan berbagai pertimbangan. ‘’Kalaupun nanti meningkat seratus persen dari pihak perhotelan, ndak nyampe Rp 9 miliar, itupun kalau meningkat seratus persen,’’ ujarnya. Setelah diyakinkan Banggar, PAD akhirnya ditetapkan Rp 255 miliar.

Namun demikian, tegas mantan Ketua DPRD Kota Mataram ini, Dewan bukan semata-mata melihat kenaikan PAD. ‘’Tetapi inovasi yang akan dilakukan dalam rangka pengamanan dan meningkatkan PAD itu yang coba ingin kita lakukan,’’ pungkas Zaini. Ia beranggapan, kalau tantangan yang dihadapi eksekutif besar, tentu akan melahirkan inovasi.

‘’Tetapi kalau dengan standar yang biasa kemudian terlampaui. Ini tidak ada tantangan namanya,’’ ucap Zaini. Tuntutan peningkatan PAD ini tidak terlepas dari saran BPK yang menyarankan PAD Kota Mataram naik sampai 200 persen. Politisi Demokrat ini tidak menampik saran tersebut.

Kendati demikian, Pemkot Mataram belum bisa memberi peningkatan sedrastis saran BPK itu. Karena ini juga terkait dengan pembaruan sistem. Pembaruan sistem memang tidak bisa dilakukan secara ekstrem. Karenanya Dewan menggenjot peningkatan PAD Kota Mataram secara bertahap.

Zaini mengatakan salah satu inovasi yang dapat dilakukan Pemkot Mataram dalam rangka meningkatkan PAD adalah sosialisasi kepada wajib pajak, masyarakat dan lain-lain. ‘’Kita sudah bicarakan ini dengan eksekutif, mana yang kita butuhkan inovasi secara segera kita lakukan,’’ imbuhnya.


Ia mencontohkan retribusi parkir tepi jalan umum yang banyak menyita perhatian. ‘’Jangan nilainya Rp 1,5 miliar terus,’’ keluhnya. (fit)

Komentar