Masih Silang Pendapat

ANGGOTA Banggar DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE., mengakui bahwa usulan hibah dana lingkungan Rp 50 juta untuk masing-masing lingkungan, sampai saat ini masih menjadi silang pendapat di internal Banggar. Di satu sisi, ada anggota Dewan yang mendukung usulan itu, tetapi di sisi lain, ia tidak menyangkal bahwa ada juga yang menolak usulan tersebut.

Ditemui di sela pelaksanaan Musda DPD PAN Kota Mataram, Sabtu (14/11), Suriadi mengatakan, meskipun masih menjadi silang pendapat, diharapkan setelah RAPBD diserahkan, pembahasan dapat dimaksimalkan. Dikatakan Suriadi, silang pendapat antar anggota Banggar lebih pada nominal yang oleh sejumlah anggota Banggar dianggap terlalu tinggi.

‘’Kalau saya pribadi sangat setuju angka yang besar. Karena, bukan angkanya yang kita lihat, tetapi bagaimana program itu kita dekatkan kepada lingkungan,’’ terangnya. Suriadi berpendapat, kalau banyak program yang didekatkan kepada lingkungan, memang berkonsekuensi pada anggaran.

‘’Bukan Rp 5 juta atau Rp 50 jutanya yang kita lihat, tetapi mari kita akomodir keterlibatan masyarakat, terutama kepala lingkungan untuk memaksimalkan pemberdayaan lingkungan dengan memberikan anggaran,’’ demikian Suriadi. Politisi PAN ini membantah kalau pemberian dana hibah lingkungan akan tumpang tindih dengan program aspirasi anggota DPRD Kota Mataram dan juga program dari SKPD.

Program aspirasi Dewan, lanjut Suriadi, sesuai dengan kebutuhan yang skalanya lebih besar. ‘’Kan kurang dari 10 persen program aspirasi. Tapi sebagian besar dari eksekutif,’’ imbuhnya. Bahkan banyak program eksekutif yang didekatkan dengan lingkungan. Misalnya pengelolaan sampah. ‘’Kenapa kita tidak libatkan langsung kepada lingkungan yang bersangkutan atau paling tidak pada skala kelurahan,’’ pungkasnya.

Pada bagian lain, Suriadi mengungkapkan, kemitraan antara eksekutif dan legislatif, tetap terjalin dengan baik. Dimana pokok-pokok pikiran Dewan telah terakomodir dalam KUA PPAS. Itu sebagai wujud dari penyerapan aspirasi.

KUA PPAS telah ditetapkan. Sehingga Dewan berharap dalam waktu dekat eksekutif menyampaikan nota keuangan yang disusul dengan RAPBD Kota Mataram tahun 2016. ‘’Supaya kita bisa lebih cepat membahas dan harapan kita APBD 2016 bisa cepat kita ketok,’’ ucapnya. (fit)

Komentar