Mataram
(Suara NTB) –
Ruas
Jalan Panca Usaha dan Catur Warga tidak akan serindang sebelum pohon itu
ditebang, meskipun nanti akan dilakukan penggantian. Pasalnya, pohon yang akan
ditanam menggantikan pohon yang telah ditebang, jumlahnya tidak sebanding.
‘’Syukur-syukur kalau bisa setengahnya,’’ kata Kepala Bidang RTH Dinas
Pertamanan Kota Mataram, Nanang Edward menbjawab Suara NTB di Mataram, Jumat (5/11).
Tidak
sebandingnya jumlah pohon pengganti, lantaran terbatasnya space untuk menanam pohon pengganti itu. Sehingga, mau tidak mau,
penanaman pohon pengganti nantinya akan disesuaikan dengan space yang ada. ‘’Sekarangpun sudah kita sisip, sudah kita gali
beberapa lubang,’’ akunya.
Namun
demikian, jenis pohon pengganti yang akan ditanam di sepanjang Jalan Panca
Usaha dan Jalan Catur Warga yang terkeda dampak pelebaran jalan, dipastikan
tidak akan sama. Pohon yang ditebang di kedua ruas jalan tersebut jenis
felicium, angsana dan pohon mangga. Pertamanan akan mengganti tiga jenis pohon
itu dengan jenis pohon lainnya.
‘’Tabebuya
akan kita perbanyak di sana, termasuk varian pucuk merah,’’ sebut Nanang. Digantinya
tiga jenis pohon itu, lantaran space
penanaman pohon di ruas jalan yang sedang dilakukan pelebaran itu, sedikit. Sehingga
jenis pohon yang tepat ditanam di sana adalah jenis tabebuya. Karena pohon
tabebuya pengakarannya tidak merusak trotoar dan bahu jalan.
Pertamanan,
lanjut Nanang berharap dapat menanam pohon pengganti sebanyak-banyaknya. Seperti
diketahui jumlah pohon yang ditebang akibat pelebaran Jalan Panca Usaha dan
Jalan Catur Warga sekitar 219 pohon. Ia berharap penggantian pohon-pohon itu oleh
pihak pelaksana proyek dilakukan secara proporsional. ‘’Mereka punya dana
reboisasi tapi sekadarnya,’’ imbuh Nanang.
Tetapi
dari Dinas Pertamanan telah melakukan penyisipan anggaran untuk penanaman pohon
pengganti itu. Sebab, pelebaran jalan ini merupakan kebutuhan bersama.
Dikatakan Nanang, pihaknya telah mulai membuat lubang-lubang. Tetapi, penanaman
pohon pengganti baru bisa dilakukan saat musim hujan. ‘’Kalau kita tanam
sekarang, pengerjaan jalan belum selesai, akan mati lagi,’’ demikian Nanang.
Pohon
pengganti yang akan ditanam nantinya minimal tingginya 3 meter. Diperkirakan 20
– 25 tahun baru bisa menyamai pohon yang telah ditebang. ‘’Pohon yang ditebang
itu diameternya yang terkecil 25 cm dan yang terbesar sampai 50 cm,’’
tandasnya. (fit)
Komentar