Pembangunan Drainase perlu Diawasi

DELAPAN titik rawan genangan, masih menjadi pekerjaan rumah Dinas PU Kota Mataram. Pelebaran jalan dan juga pembangunan drainase di sepanjang Jalan Panca Usaha dan Jalan Catur Warga diharapkan mampu mengurangi titik genangan di Kota Mataram. Karena dari delapan titik genangan yang tersisa di Mataram, salah satunya berada di Cilinaya atau tepatnya di pertigaan Mataram mall.

‘’Tetapi pembangunan drainase itu harus diawasi,’’ pinta anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Drs. I Ketut Sugiarta menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (16/11) kemarin. Pasalnya, pembangunan drainase saat ini saling berkejaran dengan hujan yang sudah mulai turun sejak beberapa hari belakangan ini.

Ketut Sugiarta yakin, pembangunan drainase itu akan mampu mengurangi titik genangan, sepanjang dilakukan dengan benar. ‘’Makanya pembangunan drainase itu harus direncanakan dari hulu ke hilirnya. Dimana pemecahannya, itu harus jelas,’’ tegasnya. Anggota Dewan dari dapil Cakranegara ini mengingatkan kontraktor agar tidak sekadar membangun.

Elevasi atau kemiringan jalan dengan drainase harus menjadi perhatian agar tidak menjadi titik genangan baru. Demikian pula dengan tenggat waktu yang tersisa. Logikanya, lanjut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Mataram ini, pembangunan drainase itu tidak boleh tidak rampung. Apalagi kalau alasan tidak rampungnya pembangunan drainase itu karena hujan.

‘’Tidak boleh tidak rampung karena kemarau inikan lebih panjang ketimbang musim hujan,’’ tandasnya. Mengenai besarnya kebutuhan anggaran untuk pembaikan drainase se-Kota Mataram, Ketut Sugiartha berujar, kalau memang itu sangat dibutuhkan, bukan mustahil untuk dianggarkan.

‘’Kenapa tidak untuk dianggarkan? Asalkan analisanya benar. Karena, jangan sampai anggaran yang dikeluarkan besar, akan menjadi mubazir lantaran analisanya tidak benar,’’ terangnya. Dikatakan Sugiarta, Dinas PU Kota Mataram harus mampu memetak kemana akhir dari aliran air pada drainase.


‘’Harus jelas, akan dipecah dimana,’’ cetusnya. Apalagi Mataram banyak dilintasi sungai. Ketut Sugiarta menyebutkan, penyebab munculnya genangan adalah akibat fungsi drainase yang tidak maksimal dari hulu ke hilir. Selain itu akibat pendangkalan dan maintenance yang tidak diperhatikan. (fit)

Komentar