Pembinaan Harus Intensif

MINIMNYA target maupun capaian penurunan angka kemiskinan di Kota Mataram, mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH. Kalau dilihat dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang menangani masalah kemiskinan, menurutnya, sudah cukup banyak. Untuk menentukan mana warga miskin dan bukan miskin, harus ada tolak ukur yang jelas.

Selama ini, lanjutnya, sudah banyak pihak yang menyodorkan data orang miskin. Seharusnya, tinggal bagaimana pemerintah melakukan pembinaan kepada masyarakat yang terkategori miskin itu. ‘’Kadang-kadang orang miskin sudah dibantu itu ini, tapi pembinaannya tidak ada,’’ sesalnya.

Karena minimnya pembinaan kepada penerima bantuan, tidak sedikit pula masyarakat yang beranggapan keliru terhadap bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Bahkan, tidak jarang digunakan untuk kebutuhan yang konsumtif. Mestinya, harus ada pembinaan kepada masyarakat bagaimana supaya bantuan itu dapat mengeluarkan mereka dari data kemiskinan.

‘’Itu (pembinaan, red) yang saya lihat belum ada. Kalaupun ada, tidak segencar terdahulu,’’ imbuhnya. Di Mataram, kata Muhtar, sudah banyak fasilitas yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan. Politisi Gerindra ini juga menyoroti besarnya anggaran penanggulangan kemiskinan di Kota Mataram, mencapai Rp 30 miliar. Dimana anggaran itu tersebar di sejumlah SKPD.

Muhtar menilai anggaran Rp 30 miliar kurang sebanding dengan target penurunan angka kemiskinan hanya satu persen. Sebenarnya, sambung Muhtar, tidak persoalan anggaran penanggulangan kemiskinan cukup besar, asalkan sasarannya tepat. Ia mencontohkan masyarakat penerima raskin.

Ia melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, raskin dibagi rata dengan tujuan untuk meminimalisir kecemburuan sosial. ‘’Tapi suka atau tidak suka, ini harus ditata. Sementara hak-hak orang miskin harus didapatkan secara penuh,’’ terangnya. Anggota Dewan dapil Ampenan ini menyayangkan karakter masyarakat yang terkesan ingin menjadi ‘’miskin’’ saat ada bantuan dari pemerintah.

Dalam hal ini dibutuhkan ketegasan dari SKPD yang menangani distribusi bantuan dalam rangka pengentasan kemiskinan. Kondisi ini sekaligus menjadi tugas berat bagi Pemkot Mataram untuk melakukan pendataan secara akurat. ‘’Jangan sampai pendataan orang miskin ini pendekatannya menggunakan pendekatan kekerabatan,’’ katanya. Yang jelas, pembinaan kepada masyarakat penerima bantuan agar dilakukan secara intensif agar mampu mengurangi kemiskinan di Mataram. (fit)


Komentar