KETUA
Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., mengaku prihatin dengan kondisi
sebagian besar sumur warga di Kota Mataram tercemar bakteri. Sebab, air sumur
yang tercemar itu akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Seperti diare dan
gastritis (peradangan pada dinding lambung) akut.
Karenanya,
Muhir mengimbau kepada Dinas Kesehatan Kota Mataram untuk melakukan pengawasan
terhadap penggunaan air sumur. Terlebih penggunaan air sumur untuk konsumsi air
minum ataupun memasak makanan. Ia membenarkan bahwa salah satu pemicu
tercemarnya air sumur warga adalah karena jarak sumur yang berdekatan dengan septic tank.
‘’Untuk
itu dibutuhkan adanya pengawasan,’’ cetusnya. SKPD terkait mestinya terus
mensosialisasikan kepada masyarakat agar jarak antara sumur dengan septic tank, tidak terlalu dekat. Politisi
Golkar ini menyatakan, pada kondisi sebagian besar sumur warga tercemar
bakteri, sesungguhnya, air sumur yang ada di Kota Mataram, sudah tidak layak
dikonsumsi.
Sebenarnya,
lanjut Muhir, kondisi sumur tercemar bakteri bukan terjadi kali ini saja,
tetapi sudah teridentifikasi sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu. Kondisi
berdekatannya jarak antara sumur dengan septic
tank, tidak terlepas dari faktor sempitnya lahan di Kota Mataram. ‘’Semakin
padat penduduk, semakin sulit membuat septic
tank,’’ imbuhnya.
Seharusnya,
demikian Muhir, masyarakat Kota Mataram tidak lagi menggunakan air sumur untuk
memenuhi kebutuhan air bersih. Sudah waktunya semua warga Mataram menikmati air
bersih yang bersumber dari sambungan PDAM. Untuk warga dengan kategori MBR
(masyarakat berpenghasilan rendah), Pemkot Mataram mendapat hibah sambungan
gratis dari pemerintah Australia.
Hanya
saja, sejauh ini, belum semua MBR dapat dijangkau. Hal ini, sambung anggota
Dewan dari dapil Cakranegara ini karena pendataan yang belum rampung dari
kelurahan maupun aparat di bawahnya. ‘’Surveinya memang agak lama. Makanya kita
minta sama PDAM agar ini disegerakan,’’ pungkas Muhir. Sehingga kesehatan
masyarakat bisa terlindungi dari dampak mengkonsumsi air sumur yang tercemar
bakteri.
Muhir
meminta Pemkot Mataram melalui SKPD terkait supaya menargetkan pada tahun 2016
mendatang penggunaan air sumur nol. Artinya tidak ada lagi warga yang
menggunakan air sumur, melainkan menggunakan air dari PDAM. (fit)
Komentar