Komisi II Diminta Panggil Kadis Koperindag

Preman Kebon Roek Diduga Orang Luar Mataram


Mataram (Suara NTB) –
Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., menyesalkan pernyataan Kepala Dinas Koperindag (Koperasi Perindustrian dan Perdagangan), Wartan, SH., MH., yang terkesan menyalahkan pegadang lantaran memberikan uang kepada orang-orang yang iuran tidak resmi. ‘’Seharusnya kepala dinas tidak berbicara seperti itu. Pedagang ini kan di posisi yang tidak berdaya,’’ sesal Muhtar ketika dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (30/1).

Muhtar mengaku, pihaknya sudah mendengar adanya keluhan pedagang terkait dugaan preman di Pasar Kebon Roek. ‘’Dinas Koperindag ini memang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu,’’ Tanya politisi Gerindra ini. Ia sepakat dengan permintaan Penjabat Walikota Mataram bahwa perlu dilakukan penertiban di Pasar Kebon Roek. Oknum-oknum yang membuat pedagang merasa terganggu harus diamankan.

Keluhan pedagang ini, lanjut Muhtar, harus cepat ditindaklanjuti. Baik oleh Satpol PP Kota Mataram yang seharusnya melakukan razia di sana, maupun Komisi II DPRD Kota Mataram diminta segera memanggil Kepala Dinas Koperindag Kota Mataram untuk mengklarifikasi hal tersebut. Anggota Dewan dari dapil Ampenan ini mensinyalir bahwa preman di Pasar Kebon Roek itu, adalah orang dari luar Kota Mataram.

Muhtar menekankan perlunya koordinasi antara Dinas Koperindag Kota Mataram dengan pihak-pihak terkait. Sehingga hal-hal yang mengganggu kenyamanan pedagang tidak lagi terjadi. ‘’Itulah kenapa saat pembahasan raperda pasar, teman-teman (Dewan, red) mempertahankan bahwa kepala pasar harus pegawai negeri, bukan orang yang ndak jelas,’’ ujarnya.

Keamanan pasar, mestinya menjadi tanggung jawab Dinas Koperindag. Muhtar tidak yakin kalau seorang kepala dinas akan menempatkan orang yang sembarangan untuk jabatan kepala pasar. Karenanya, penertiban Pasar Kebon Roek mendesak untuk dilakukan. Dalam melakukan penertiban nantinya, satpol PP Kota Mataram diminta mengecek KTP oknum preman yang meresahkan pedagang.


Karena kabar yang beredar bahwa oknum preman yang kerap ‘’memalak’’ pedagang di sana berasal dari luar Mataram. Muhtar menegaskan, kalau memang kepala Pasar Kebon Roek tidak mampu menertibkan preman di sana, sebaiknya dicopot dari jabatannya. (fit)

Komentar