KELUHAN
masyarakat Babakan yang terkendala TPS (Tempat Pembuangan Sampah)
pascaditertibkannya TPS liar di sana beberapa minggu lalu, mendapat tanggapan
dari anggota DPRD Kota Mataram dari dapil Sandubaya, Herman, AMd. Katanya, dari
informasi yang diperoleh melalui Lurah Babakan bahwa sampai saat ini Pemkot
Mataram masih mencari lokasi yang pas untuk membuat TPS.
Sekarang
ini, lanjut Herman, TPS sementara yang dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi
pembuangan sampah, adalah lahan milik salah seorang warga. ‘’Itu TPS yang di
Jalan Babakan-Getap,’’ cetusnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah di
kemudian hari ketika pemilik lahan keberatan lahannya digunakan sebagai lokasi
TPS sementara.
Karena,
Herman mendorong Pemkot Mataram dalam hal ini Dinas Kebersihan Kota Mataram
bersama pihak kelurahan agar segera menentukan lokasi TPS permanen. ‘’Jangan
sampai diambangkan supaya masyarakat tidak kebingungan,’’ cetusnya. Kalaupun
masyarakat menginginkan ada TPS yang dibangun Pemkot tidak jauh di eks TPS
liar, politisi Gerindra ini juga mengaku tidak setuju.
Alasannya
karena di sana ada fasilitas kesehatan. Masyarakat juga harus diberi pemahaman
terkait hal tersebut. Untuk mencari lokasi TPS yang strategis dalam artian
mudah dijangkau oleh truk sampah milik Dinas Kebersihan, masih terkendala.
Karena yang ada sekarang, aku Herman, ada tanah pecatu milik Pemkot Mataram
yang dihajatkan menjadi TPS. Hanya saja lokasinya dinilai masih sulit
dijangkau.
TPS
ini, menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini, sangat mendesak.
Apalagi, sejak penertiban TPS liar hingga sekarang terbilang cukup lama warga
Babakan tidak memiliki TPS resmi Selain itu, Herman khawatir muncul titik-titik
TPS liar karena belum adanya TPS resmi yang dibangun Pemkot Mataram.
Sejak
ditertibkannya TPS liar itu, masyarakat setempat diminta mengemas sampahnya
masing-masing dan di tempatkan di depan rumah. Selanjutnya sampah itu diangkut
menggunakan kendaraan roda tiga. ‘’Langkah itu harus konsisten kalau tidak ingin
muncul masalah baru,’’ cetusnya. Untk TPS permanen, katanya, ada dua opsi.
Selain dibangun di tanah pecatu milik Pemkot Mataram, opsi kedua adalah dengan
sewa lahan. Sehingga mau tidak mau Pemkot Mataram harus memikirkan anggaran
sewa lahan itu setiap tahunnya. (fit)
Komentar