Bukan Karena Dana Lingkungan

HM. Noer Ibrahim
ANGGOTA DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Noer Ibrahim mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa keinginan beberapa lingkungan untuk pemekaran dipicu janji Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh terkait dana lingkungan. Apalagi, dana lingkungan itu belum tercantum dalam APBD Kota Mataram 2016. ‘’Kan di 2016 ini tidak ada dananya. Oleh Penjabat Walikota kemarin kan tidak mengalokasikan. Walikota yang sekarang melanjutkan programnya Penjabat Walikota,’’ ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (4/4). Dana lingkungan direncanakan akan diusulkan dalam APBD murni 2017 mendatang.

Politisi Golkar ini menegaskan bahwa keinginan pemekaran lingkungan ini, tidak ada kaitannya dengan dana lingkungan. Sebab, dana lingkungan itu, lanjut Noer Ibrahim sudah ada peruntukkan yang jelas. Seperti untuk perbaikan drainase, lampu jalan dan lain sebagainya yang tidak bisa disentuh oleh SKPD. ‘’Itulah gunanya dana itu,’’ cetusnya. Walikota dan Wakil walikota Mataram, katanya, sudah turun ke lapangan untuk mengidentifikasi sejauh mana dana itu dibutuhkan oleh lingkungan.

Noer Ibrahim menjelaskan, dana lingkungan tidak dapat digunakan sembarangan. Melainkan harus melalui musrembang kelurahan masing-masing. Ada lima unsur yang terlibat dalam musrembang lingkungan. Antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, lingkungan, PKK dan pemuda. ‘’Mereka harus dilibatkan dalam musyawarah mufakat untuk menentukan arah penggunaan dana lingkungan,’’ ucapnya.

Hasil musrembang lingkungan ini kemudian diajukan ke bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram. ‘’Jadi Walikota dan Wakil Walikota sudah mengatur tahapannya seperti itu. Tidak uang itu utuh diberikan kepada lingkungan,’’ demikian Noer Ibrahim. Yang jelas, sambung Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram ini, pencairan dana lingkungan itu berbasis program.

Pemekaran lingkungan yang disuarakan beberapa lingkungan di Kota Mataram, menurut Noer Ibrahim, bukan semata-mata karena ada janji dana lingkungan. Apalagi untuk wilayah Kekalik, beberapa lingkungan, diketahui sudah ‘’gemuk’’ sehingga dibutuhkan pemekaran. Namun demikian, politisi senior ini mengingatkan kepada masyarakat agar pemekaran yang disuarakan harus proporsional.


‘’Sah-sah saja lingkungan mengajukan usulan pemekaran,’’ katanya. Tetapi Pemkot Mataram sesuai mekanisme, akan mengkaji dan mentelaah keinginan tersebut. Sejauh mana pemekaran itu memang dibutuhkan oleh lingkungan berikut masyarakat. (fit)

Komentar