Tanpa Listrik

Taman Bacaan Sangkareang Terpaksa Buka Sore Hari

Mataram (Suara NTB) –
Pengelola terpaksa membuka Taman Bacaan Sangkareang Mataram pada sore hari. Sebetulnya bisa saja taman bacaan yang berlokasi tidak jauh dari Kantor Walikota Mataram ini buka sejak pagi. Hanya saja yang menjadi kendala, taman bacaan itu ternyata tidak memiliki listrik.

Hal ini diakui oleh Pembina LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos. ‘’Karena yang jaga juga anak-anak sekolah,’’ cetusnya kepada Suara NTB kemarin. Sebenarnya, dulu sudah pernah ada aliran listrik bahkan wifi gratis yang disediakan oleh Pemkot Mataram. Namun belakangan aliran listrik di sana hilang.

‘’Gak ada alirannya. Dulu mungkin cuma disambungkan ke Bagian Umum waktu masih di taman lama. Sekarang gak tau. Padahal lampu-lampu taman nyala ya,’’ selorohnya. Nyayu mengaku, pihaknya pernah meminta kepada Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., tetapi sampai sekarang belum juga terpasang.

Padahal, taman bacaan itu, kata mantan anggota DPRD Kota Mataram ini, akan mendapat bantuan dari Kemen PP/PA berupa AC, komputer dan printer. Tentu saja bantuan ini tidak akan bisa dimanfaatkan karena belum adanya aliran listrik. Karenanya ia berharap agar permintaan anak-anak pengelola taman bacaan Sangkareang itusegera terwujud.

Kondisi itulah yang membuat taman bacaan itu tidak mungkin dibuka pada pagi dan siang hari.
‘’Kalau siang, panasnya jangan ditanya,’’ katanya. Selain itu, listrik dibutuhkan karena di taman bacaan itu banyak buku untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang menggunakan huruf braile. ‘’Jadi bantuan dari Kemen PP/PA,’’ cetusnya.


Pada bagian lain, Nyayu mengapresiasi komitmen Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mataram yang mendukung operasional taman bacaan Sangkareang. Karena memang Taman bacaan Sangkareang di bawah naungan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mataram. ‘’Dan Alhamdulillah komitmen bu Ririn (Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mataram) akan diganti semua buku dengan buku anak-anak. Karena, pengunjung taman bacaan itu kebanyakan anak-anak. Jumlah kunjungan ke taman bacaan itu rata-rata 10 – 20 pengunjung per hari. (fit)

Komentar