Temuan Inspektorat Membingungkan

Syamsul Bahri
ADANYA temuan kerugian Negara dalam proyek pembangunan gedung serbaguna, menyulut emosi anggota DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., selaku pemilik program aspirasi. Ia menyangkal adanya kerugian Negara seperti hasil temuan Inspektorat Kota Mataram. Dia menegaskan bahwa proyek itu sudah melalui proses sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

Apalagi, proyek gedung serbaguna itu, tidak hanya diawasi oleh Camat, Lurah dan masyarakat, tetapi juga Dinas PU Kota Mataram dan juga pihak Inspektorat Kota Mataram. Dinas PU pun, aku Syamsul, kebingungan dengan hasil temuan Inspektorat tersebut. ‘’Yang membingungkan itu, apa yang menjadi kerugian sementara dari gambar yang ada justru kontraktor yang mengerjakan itu sudah melebihi volume,’’ terangnya.

Syamsul mengungkapkan bahwa keinginannya membangun gedung serbaguna didorong oleh aspirasi dari masyarakat. Sebetulnya pihak kelurahan sudah sering mengusulkan pembangunan serbaguna itu melalui MPMB. Tetapi tidak kunjung diakomodir. Sehingga, melalui program aspirasi miliknya, gedung serbaguna itu mulai dibangun.

‘’Dan itu kita anggarkan bertahap. Karena kalau sekaligus saya ndak mampu,’’ katanya. Politisi Nasdem ini meluruskan pernyataan Kepala Inspektorat Kota Mataram yang menyebutkan proyek itu ditender. ‘’Itu tidak ditender,’’ cetusnya. Dari awal dimulainya pembangunan gedung serbaguna itu, Syamsul sudah mengingatkan pihak-pihak terkait, terutama Dinas PU sebagai pihak yang mengeksekusi program aspirasi miliknya.

‘’Saya ingatkan, tolong pengerjaan gedung serbaguna ini jangan asal-asalan,’’ ujarnya. Menurut Syamsul, Inspektorat tidak bisa menafsirkan kemahalan harga material. Sebab, Dinas PU tentu tidak akan berani mengutak atik anggaran. ‘’Kan ada standar satuan harga. Itulah yang digunakan oleh Dinas PU sebagai dasar untuk menentukan harga. Kalau itu dibilang kemahaman, kemahalannya dimana, itu kan ada SNI-nya,’’ terang Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini.


 Syamsul meminta Inspektorat legowo kalau memang lembaga auditor daerah itu lemah dalam penguasaan materi dan administrasi. ‘’Sharinglah dengan Dinas PU yang sudah paham,’’ sarannya. Karena ketika pembangunan berjalan Dinas PU intens melakukan konsultasi dengan Inspektorat. Dimana semua petunjuk Inspektorat telah dilaksanakan. ‘’Makanya sekarang kalau dibilang ada temuan kerugian Negara, ini aneh buat saya,’’ pungkasnya. (fit)

Komentar