DPRD Minta Target PAD Kota Mataram Rp 300 Miliar

Mataram (Suara NTB) –
DPRD Kota Mataram meminta target PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Mataram di tahun 2017 mendatang meningkat menjadi Rp 300 miliar. Permintaan ini, kata Ketua tim pembahasan KUA 2017 DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., bukan tanpa dasar. Dewan melihat potensi sumber PAD di Mataram sangat besar. Mulai dari parkir hingga pajak hotel restoran.

Terkait target parkir yang tidak pernah tercapai, Misban mengatakan itu akibat penetapan target yang terlalu ringan. ‘’Target yang kecil agar mencapai 100 persen. Jadi kita tetapkan besar,’’ katanya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (4/11) kemarin. Penetapan target yang besar, menurut dia, memberi optimisme agar capaian bisa lebih tinggi lagi.

Misban berharap, dengan penetapan target PAD, Rp 300 miliar, pihak yang berkewajiban melaksanakan lebih produktif. Dengan target ini, katanya, walikota Mataram harus pandai-pandai memilih orang yang bakal ditempatkan di masing-masing SKPD. Terutama SKPD penyumbang PAD. ‘’Kita harapkan pak wali menempatkan orang-orang agar target ini tercapai. Tentu dengan pertimbangan keahlian dan lain sebagainya,’’ ucapnya.

Misban berharap mutasi yang kabarnya akan digelar Desember mendatang, berkorelasi dengan realisasi PAD. Ia mencontohkan, target penerimaan retribusi parkir direncanakan naik dua kali lipat, mencapai Rp 4,5 miliar pada tahun 2017 mendatang. ‘’Semakin tinggi targetnya, semakin progresif mereka,’’ katanya. Selama ini, ada mindset yang keliru mengenai penetapat target PAD.

Di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan Kota Mataram misalnya. Mereka kerap mengeluhkan target parkir yang terus dinaikkan. Padahal, ketika target kecilpun, hal tersebut juga tak dapat terpenuhi. Yang jelas, kata Misban, dari kacamata Dewan, menginginkan adanya peningkatan PAD dua hingga tiga kali lipat dibandingkan target tahun 2016.

Ketua Fraksi Keadilan DPRD Kota Mataram ini menyatakan bahwa Rp 300 miliar per tahun merupakan target yang realistis. ‘’Jadi kenaikan PAD tahun 2017 nanti, sekitar 10 persen dari target tahun lalu. Ndak banyak sebenarnya,’’ demikian Misban. Seperti diketahui, ada silang keinginan antara DPRD dengan Pemkot Mataram. DPRD Kota Mataram menginginkan target PAD Rp 300 miliar, sedangkan eksekutif menginginkan kenaikan PAD menjadi Rp 288 miliar. (fit)

Komentar