RENDAHNYA
kemampuan pejabat Pemkot Mataram membuat kalangan Dewan mulai
menghubung-hubungkannya dengan capaian pembangunan di Mataram. ‘’Kemampuan para
ASN itu tentu mempengaruhi hasil-hasil yang selama ini dicapai. Baik dari segi
kuantitas maupun kualitas,’’ ujar Ketua Fraksi Keadilan DPRD Kota Mataram,
Misban Ratmaji, SE., kepada Suara NTB,
Kamis (20/10).
Dalam
RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), Pemkot Mataram merencanakan
melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas pejabat di sana secara berkala.
Sehingga Misban berharap ke depan setelah mereka menduduki jabatan baru,
kapasitas mereka harus terus ditingkatkan melalui diklat dan kegiatan
sejenisnya.
‘’Tapi
yang sekarang ini kan masalahnya
mereka akan menduduki jabatan dalam waktu dekat,’’ ucapnya. Misban berharap
Pemkot Mataram, dalam hal ini Walikota memilih pejabat-pejabat yang terbaik
diantara sejumlah pejabat yang nilai assesmennya baik. ‘’Diantara yang nilainya
rata-rata tentu ada yang terbaik,’’ katanya. Politisi PKPI ini mengimbau
Walikota tidak menggunakan pejabat dengan nilai assesment rendah.
Memang,
lanjut dia, nilai assesment itu nantinya diserahkan kepada kepala daerah dan
kewenangan selanjutnya ada di tangan Walikota. Apakah akan digunakan hasil
assesment itu ataukah tidak. Karena seperti diketahui bahwa mutasi merupakan
hak prerogatif Walikota. ‘’Ya kita berharap pak wali menggunakan hasil
assesment itu untuk melakukan evaluasi pejabat. Karena dalam assesment itu
tentu ada yang nilainya tinggi, sedang dan juga rendah,’’ terang Wakil Ketua
Komisi II DPRD Kota Mataram ini.
Jangan
sampai, kata Misban, assesment menjadi kegiatan formalitas belaka lantaran
hasilnya tidak menjadi pertimbangan dalam melakukan mutasi pejabat. Namun
demikian, Misban yakin, Walikota mempunyai cara-cara khusus bagaimana
meningkatkan kemampuan pejabat. ‘’Kalau misalnya pak Wali, menggunakan pejabat
dengan nilai menengah, tentu harus ada pembinaan lebih lanjut,’’ ujarnya.
Dengan
pembinaan itu, diharapkan kemampuan pejabat yang terbilang masih rendah, akan
menjadi lebih baik atau di atas rata-rata. Misban menegaskan, kalaupun tim
assesment akan melakukan pengecekan ke lapangan, namun tetap saja hasil tes
akademik akan mempengaruhi hal-hal lainnya. ‘’Sekarang ini, kalau beliau-beliau
(pejabat lama, red) itu dipakai lagi, jelas peningkatan kapasitas itu menjadi
penting,’’ katanya. (fit)
Komentar