Harus Ditata Serius

Muhtar
KEBERADAAN PKL (Pedagang Kreatif Lapangan) di Kota Mataram, harus menjadi perhatian serius pemerintah. Karena di sejumlah titik di Mataram, keberadaan PKL dikeluhkan semrawut. Seperti di Taman Malomba Ampenan. ‘’Dan yang baru muncul ini di bundaran lingkar selatan Kota Mataram,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH., kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (2/11) kemarin.

Ia menyayangkan taman-taman yang sudah ditata dengan apik, justru menjadi semrawut dengan kehadiran PKL. ‘’Kita tidak melarang adanya PKL, tapi harus ditata,’’ imbuhnya. Muhtar menegaskan, PKL yang berjualan di taman-taman perlu mendapat perhatian serius dari Pemkot Mataram. Tidak hanya di Taman Malomba Ampenan dan juga Taman Udayana Mataram tapi juga Taman Selagalas.

‘’Padahal kan ada tanah pemerintah di dekat-dekat sana. Kenapa tidak itu yang ditata,’’ sesalnya. Ditanya mengenai sejauh mana keseriusan Pemkot Mataram menata PKL, meski tidak menjawab secara gamblang, namun Muhtar mengatakan, bahwa tidak ada alasan Pemkot Mataram tidak serius menata PKL, mengingat keberadaan PKL di Mataram masih banyak yang berjualan di sembarang tempat.

‘’Ya harus serius, karena ini menyangkut wajah kota,’’ cetusnya. Apalagi, tidak semua PKL yang berjualan di Mataram merupakan warga Mataram. Ada juga warga Lombok Barat yang berjualan di Mataram. Dewan, kata Muhtar, siap mendukung anggaran penataan PKL dalam APBD. Politisi Partai Gerindra ini tidak menampik, sejauh ini Pemkot Mataram melalui Dinas Koperindag Kota Mataram telah melakukan penataan PKL menurut klasifikasi jenis jualan mereka.

Hanya saja, penataan itu masih belum maksimal. Yang kerap menjadi kendala terkadang, anggaran penataan sudah disiapkan, namun lahan untuk relokasi PKL tidak ada. Muhtar mengklaim bahwa salah satu penyebab lepasnya adipura di Kota Mataram, gara-gara PKL yang semrawut. ‘’Ini makanya perlu kita tekan. Mungkin tidak bisa kita tata sekaligus, tapi pelan-pelan,’’ katanya.

Meskipun pemerintah belum bisa memberikan jaminan hidup yang layak bagi PKL, tetapi paling tidak, Pemkot Mataram harus bisa menciptakan iklim usaha yang nyaman bagi PKL di kota ini. (fit)

Komentar