Masih Relevan

I Gede Wiska
WACANA relokasi Kantor Walikota Mataram ditanggapi oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SPt. Relokasi Kantor Walikota Mataram yang selanjutnya dibangun secara terintegrasi dengan kantor SKPD lingkup Pemkot Mataram, memang akan membawa dampak positif. Salah satunya adalah memudahkan koordinasi dengan SKPD.

Hanya saja, kata Wiska, yang perlu diingat adalah, relokasi Kantor Walikota Mataram tidak boleh terkesan memaksakan diri. ‘’Harus disesuaikan dengan anggaran kita. Bisa saja bertahap. Paling tidak, perencanaannya sampai tahun berapa,’’ cetusnya. Artinya kalau memang ada wacana maupun rencana, untuk memindahkan Kantor Walikota Mataram, harus mulai disiapkan dari sekarang.

Pemindahan Kantor Walikota harus dibarengi dengan perencanaan yang matang. Tidak sebatas memikirkan bagaimana penganggarannya tetapi juga memikirkan eks Kantor Walikota itu nantinya akan dijadikan apa. Namun demikian, sejauh ini Wiska menganggap kondisi Kantor Walikota Mataram masih cukup relevan sebagai pusat pemerintahan. ‘’Pusat pemerintahan ada di Jalan Pejanggik, apalagi ada lapangan umum di sana,’’ ungkap Wiska. Sehingga ia menilai letaknya masih sangat strategis.

Tetapi, untuk mengefektifkan kerja pemerintah, idealnya pusat pemerintahan memang harus terintegrasi dengan semua SKPD. Termasuk dengan kantor DPRD Kota Mataram. Pola pembangunan pusat pemerintahan yang terintegrasi sudah dilakukan oleh sejumlah daerah di Indonesia. Wiska mencontohkan pusat pemerintahan Kota Bandung. Hal ini, sambung Wiska memang membutuhkan anggaran yang tidak kecil.

‘’Idealnya memang seperti itu. Tapi perlu dipikirkan, untuk mencapai ideal itu anggaran yang keluar harus besar,’’ ujarnya. Namun, itu bisa dilakukan secara bertahap. Sedangkan untuk Kantor Walikota yang ada sekarang, Wiska berharap tidak dilakukan tukar guling. ‘’Jadikan RTH misalnya atau menjadi rumah sakit kota misalnya,’’ imbuhnya. Akan tetapi, itu semua kembali lagi pada hasil kajian.

Artinya, kalau memang ada wacana untuk memindahkan Kantor Walikota Mataram, harus dibarengi dengan kajian. Karena, kata Wiska, untuk memindahkan sebuah pusat pemerintahan, bukan perkara mudah. Terutama dari sisi anggaran. Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini memperkirakan, pembangunan Kantor Walikota tidak akan tuntas hanya dengan tiga atau empat kali penganggaran di APBD Kota Mataram. (fit)


Komentar