| Lalu Suriadi |
TERTANGKAPNYA
28 siswa SMP di salah satu sekolah di Mataram, diduga mengkonsumsi tramadol,
membuat Komisi IV DPRD Kota Mataram yang membidangi masalah kesehatan dan
pendidikan, terhenyak. Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi, SE.,
kepada Suara NTB di Maratam, Rabu
(26/10) mengaku khawatir terhadap masa depan pendidikan di Koata Mataram.
Seperti
diketahui, beberapa siswa diserahkan kepada aparat penegak hukum karena
terindikasi sebagai pengedar jenis obat keras tersebut. Yang menjadi atensi
Suriadi, meskipun oknum siswa tersebut diserahkan kepada proses hukum, tetapi
hak-hak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap diperhatikan. ‘’Jangan sampai
dia (oknum siswa, red) tidak sekolah,’’ pintanya.
Suriadi
menyarankan agar 28 oknum siswa itu dipindahkan ke sekolah lain yang berada di
Mataram, agar bergaul dengan teman-teman yang baru. ‘’Sehingga mereka tidak
lagi melaksanakan aktivitas yang kurang baik itu (mengkonsumsi tramadol,
red),’’ katanya. Menurut dia, fenomena siswa SMP sudah mulai mencoba obat
keras, tidak terlepas dari minimnya peran orang tua dan juga pihak sekolah.
Karena
bagaimanapun, pembinaan siswa tidak bisa diserahkan kepada salah satu pihak
saja. Keduanya harus berperan. Bahkan orang tua diharapkan lebih maksimal untuk
berkomunikasi dengan pihak sekolah. Ia mencontohkan kasus yang telah terjadi
sebagai bentuk kecolongan orang tua dan pihak sekolah. Karena kejadian itu
berlangsung pada jam sekolah. Sehingga harus ditelusuri pula, mengapa puluhan
oknum siswa itu berani mencoba obat keras di saat jam sekolah.
‘’Apakah
karena materi pelajaran yang diberikan kurang masimal, faktor siswa itu sendiri
ataukah faktor orang tua,’’ tanyanya. Politisi PAN ini menilai pihak orang tua
lalai mengontrol anaknya. Karena untuk mendapat tramadol jelas dibutuhkan
anggaran. ‘’Pengawasan kepada anak harus terukur. Uang sakunya berapa, dipakai
untuk apa dan lain sebagainya,’’ imbuh Suriadi.
Kalau
semua terukur, sebetulnya tidak ada kesulitan bagi pihak orang tua untuk
melakukan pengawasan. Tertangkapnya puluhan oknum siswa diduga sedang
mengkonsumsi tramadol, menurut Suriadi dapat mengganggu citra pendidikan Kota
Mataram. Terhadap oknum siswa yang telah mengkonsumsi tramadol, apabila ada
indikasi ketergantungan, Suriadi menyarankan supaya dilakukan rehabilitasi.
(fit)
Komentar