| Fuad Sofian Bamasaq |
ANGGOTA
DPRD Kota Mataram dari dapil Ampenan, Fuad Sofian Bamasaq, SH., angkat bicara
soal masuknya salah satu kelurahan di Kecamatan Ampenan dalam kategori kumuh
berat. Kelurahan tersebut adalah Kelurahan Bintaro. Menurut dia, kekumuhan itu
tidak melulu karena persoalan rumah. ‘’SDM masyarakat juga ada hubungannya,’’
ujar Fuad kepada Suara NTB kemarin.
Katanya,
kalau SDM masyarakat sudah baik, tentu akan terhindar dari kekumuhan. Menurut
Fuad, sulit meningkatkan indeks SDM masyarakat sementara perhatian dari
pemerintah kurang. Ia berharap pemerintah memperhatikan Kecamatan Ampenan.
Sebab dari enam kelurahan, Ampenan, lanjut Fuad termasuk salah satu kecamatan
yang kondisinya terbilang paling parah.
‘’Memang
di Kelurahan Bintaro ini, masih ada masyarakat yang tinggal dengan hewan
ternak. Termasuk kekumuhan dalam bentuk kekurangan air, drainase dan tumpukan
sampah,’’ sesalnya. Kondisi itulah yang harus dicarikan jalan keluarnya. Ia
berharap Pemkot Mataram fokus menangani daerah-daerah yang termasuk dalam titik
kumuh. Harapan ini, sesuai dengan janji Walikota untuk menghilangkan kekumuhan
yang terjadi di Mataram dalam waktu yang tidak terlalu lama.
‘’Semoga
kita juga sebagai anggota Dewan dapat bekerjasama dengan sehat dengan pemerintah,’’
katanya. Ke depan, pemerintah melalui SKPD terkait diharapkan dapat melakukan
intervensi di Kelurahan Bintaro. Mulai dari pendidikan masyarakat, kesehatan,
usaha hingga tempat tinggal mereka. Fuad menilai masih minimnya perhatian
pemerintah lantaran tidak fokus menangani kawasan kumuh. Intervensi terkait itu
justru dilakukan di luar kawasan yang tidak termasuk kumuh.
‘’Itu
juga menjadi sorotan kami selaku anggota Dewan dari dapil Ampenan,’’ ujar
politisi PDI Perjuangan ini. Penanganan kekumuhan selama ini, masih menggunakan
pola lama. Ketika bantuan turun ke lapangan, sudah tidak zamannya lagi melalui
tim sukses. Fuad mencontohkan, ketika ada bantuan dari pemerintah, yang dapat
orang yang itu-itu saja. ‘’Itu yang membuat kecembuan di kawasan itu sehingga
meningkatkan kekumuhan,’’ imbuhnya.
Diakui
Fuad, dirinya banyak menerima komplain dari masyarakat bahwa penerima bantuan
dari Pemkot Mataram, adalah orang yang sama. ‘’Ini yang membuat kemunduran
pembangunan di sana sehingga meningkatkan kekumuhan,’’ pungkasnya. (fit)
Komentar