| Syamsul Bahri |
WAKIL
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Syamsul Bahri, SH., mengaku pesimis kalau
proyek-proyek yang sedang dikerjakan Pemkot Mataram, bakal rampung pada
Desember nanti. ‘’Kenapa saya pesimis, karena kita berhitung dengan kondisi
sekarang ini. Kembali kita dengan logika berpikir, dengan keadaan sekarang
cuaca, kemudian batas akhir penyelesaian semua infrastruktur sampai dengan 16
Desember,’’ ujarnya kepada Suara NTB
di Mataram kemarin.
Ia
juga mengingatkan pihak pelaksana jangan hanya asal bekerja dengan menggunakan
sisa waktu yang sempit. Sehingga kualitas atau mutu dari proyek itu tidak baik.
Syamsul memastikan, antara waktu yang tersisa dengan kualitas proyek, sangat
berkorelasi. Kalau dipaksakan, jelas, proyek-proyek itu akan diselesaikan
dengan pola kejar tayang.
Ia
mencontohkan, pembetonan yang seharusnya dibuka dalam 14 hari, tapi karena
waktu yang terbatas, terpaksa dibuka sebelum waktunya. Kondisi ini akan
berpengaruh pada rancangan struktur bangunan itu sendiri. ‘’Ini yang saya
katakana, teman-teman eksekutif juga harus banyak belajar dari daerah lain.
Dengan keadaan waktu, melihat desain tata bangunan yang akan dikerjakan,’’
katanya.
Sehingga,
corak dari kota ini menjadi jelas. ‘’Karena kita ingin memulai sesuatu yang
baru. Bukan saja mulai dari tata ruang tapi, tata desai. Sehingga, setiap
daerah memiliki karakter yang jelas,’’ pungkasnya. Sehingga, orang yang masuk
ke daerah ini, dapat mengenal Mataram dengan mudah. Apalagi dengan kondisi saat
ini, ada proyek yang sedang menunggu masa sanggah, adapula proyek yang sedang
dikerjakan.
Melihat
jadwal dari pekerjaan itu, sisa waktu yang ada tidak memungkinkan bagi rekanan
untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai harapan. Poltisi Nasdem ini
menyayangkan masih adanya kebiasaan eksekutif mengeksekusi program di
penghujung tahun anggaran. Tidak hanya Dewan, katanya, Walikota Mataram pun
telah mengingatkan SKPD agar program yang sangat urgen segera dilaksanakan.
Padahal,
lanjut Syamsul, Dewan telah menetapkan anggaran sebelum tahun anggaran
bersangkutan berjalan. Proyek molor, kata Syamsul akan memberi pengaruh kurang
baik terhadap kehadiran investor di Mataram. ‘’Mungkin saja perputaran
perekonomiannya menjadi lambat. Sehingga orang kalau mau berinvestasi di sini,
pasti berhitung dari segala halnya. Termasuk yang begini-gini,’’ pungkasnya.
(fit)
Komentar