| Akhmad Azhary Ma'aruf |
ANGGOTA
DPRD Kota Mataram, Akhmad Azhary Ma’aruf mengaku kecewa dengan kinerja BPBD
(Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Mataram. Kekecewaan ini imbas dari
belum turunnya bantuan bagi salah seorang kepala keluarga yang rumahnya menjadi
korban bencana angin puting beliung pada Bulan Oktober lalu.
Padahal,
kata anggota Dewan dari Dapil Cakranegara ini, kelambanan BPBD Kota Mataram
mengeksekusi pemberian bantuan kepada korban bencana, akan berpengaruh terhadap
penyerapan anggaran di SKPD tersebut. Karena seperti di ketahui, tidak sedikit
SKPD yang serapan anggarannya belum mencapai 80 persen pada Desember ini. Ia
menyayangkan kalau ada kesan pilih-pilih dalam pemberian bantuan.
‘’Pemberian
bantuan itu jangan pilih-pilih. Kalau memang ada hal-hal seperti ini (bencana,
red) harus diberlakukan sama. Jangan di tempat lain mendapatkan bantuan terus
di tempat lainnya lagi tidak dibantu sama sekali,’’ ujarnya mengingatkan. Apalagi,
sekarang sudah masuk dalam triwulan keempat dalam pelaksanaan anggaran. ‘’Inilah
fungsi dari anggaran yang kita tetapkan itu, untuk kesejahteraan rakyat,’’
imbuhnya.
Untuk
itu, anggota Dewan dari Partai Hanura ini mengimbau kepada BPBD Kota Mataram
untuk tidak menahan-nahan bantuan yang sedianya untuk masyarakat korban
bencana. Kalau misalnya alasan belum turunnya bantuan korban puting beliung itu
karena adanya pergantian pimpinan SKPD beberapa waktu lalu, menurut Azhary
Ma’aruf, alasan tersebut tidak dapat diterima.
‘’Kalau
anggaran itu tidak menunggu pergantian kepala SKPD. Karena sudah dianggarkan
dia di tahun anggaran 2016,’’ tegasnya. Untuk itu, anggota Komisi II DPRD Kota
Mataram ini mengingatkan kepada BPBD Kota Mataram untuk segera merealisasikan
anggaran mereka yang telah ditetapkan pada tahun anggaran 2016, baik melalui APBD
murni maupun APBD perubahan.
Seharusnya,
lanjut dia, bantuan untuk masyarakat yang menjadi korban bencana tidak perlu
melalui birokrasi yang terlalu berbelit-belit. ‘’Kan di sana (BPBD Kota Mataram, red) ada dana taktisnya untuk masyarakat,’’
pungkasnya. Karena seperti diberitakan Suara
NTB sebelumnya bahwa salah satu kepala keluarga di Lingkungan Karang Bagu
yang rumahnya menjadi korban puting beliung Oktober lalu, hingga kini belum
mendapat bantuan apapun dari BPBD Kota Mataram. Padahal, tim dari BPBD Kota
Mataram telah turun langsung ke lokasi berikut mengambil foto kondisi rumah
yang roboh itu. (fit)
Komentar